JAKARTA, AFU.ID — Tiga pekerja proyek pipa PAM Jaya ditemukan tewas di dalam gorong-gorong di Jalan Raya Mabes Hankam, Cipayung, Jakarta Timur. Insiden tragis itu bermula saat seorang pekerja pingsan ketika turun ke dalam saluran, lalu dua rekannya berusaha memberikan pertolongan hingga akhirnya ikut menjadi korban.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur Abdul Wahid menjelaskan, seorang pekerja awalnya turun ke dalam gorong-gorong untuk melakukan pekerjaan. Namun, saat berada sekitar setengah tangga menuju dasar saluran, korban tiba-tiba tidak sadarkan diri. Melihat kondisi tersebut, seorang rekan berusaha turun untuk menolong, tetapi ikut pingsan. Seorang pekerja lainnya kemudian melakukan hal serupa dan juga kehilangan kesadaran. "Pekerja proyek PAM sedang masuk gorong-gorong lalu setengah tangga pingsan, temannya menolong namun ikut pingsan juga, lalu masuk satu orang pingsan lagi, jadi total tiga orang," kata Abdul.
Laporan kejadian diterima petugas Gulkarmat sekitar pukul 09.49 WIB, Kamis, 7 Juli 2026. Enam menit kemudian, dua unit penyelamat bersama 12 personel tiba di lokasi dan langsung melakukan operasi penyelamatan menggunakan prosedur confined space rescue. Proses evakuasi berlangsung hampir dua jam hingga pukul 11.55 WIB. Meski seluruh korban berhasil dievakuasi, ketiganya dinyatakan tewas.
Perwira piket Gulkarmat Jakarta Timur, Muncul, mengatakan gorong-gorong tempat para korban ditemukan memiliki kedalaman sekitar tujuh meter. Dugaan sementara, ketiga pekerja tewas akibat kekurangan oksigen atau menghirup gas beracun di dalam saluran. "Untuk informasi jelas penyebab korban meninggal, kemungkinan kekurangan oksigen. Tapi baru dugaan-dugaan saja," ujarnya. Ia juga menyebut para korban ditemukan tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD) saat bekerja.
Kapolsek Cipayung Kompol Saut Parulian Tobing mengatakan polisi menerima laporan dari warga sekitar pukul 10.30 WIB. Saat petugas tiba di lokasi, proses evakuasi oleh Gulkarmat telah berlangsung. Dari tiga korban, satu di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) asal China, sedangkan dua lainnya merupakan warga negara Indonesia. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut, termasuk dugaan adanya gas beracun di dalam gorong-gorong.
Insiden ini mendapat perhatian dari Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal. Ia meminta Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mundur dari jabatannya dan mendesak pemerintah mengaudit ulang proyek tersebut. Said juga meminta proses tender diperiksa menyusul dugaan lemahnya penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dan persoalan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi para pekerja. (RAI)