JAKARTA, AFU.ID — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo membantah terlibat doksing terhadap dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Nabiyla Risfa Izzati. Ia menegaskan tidak pernah menyebarkan maupun mengetahui penyebaran data pribadi Nabiyla yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Dody bahkan mengaku baru mengenal istilah doksing setelah mendapat penjelasan dari awak media.
Pernyataan tersebut disampaikan Dody menyusul sorotan publik atas dugaan intimidasi dan penyebaran data pribadi yang dialami Nabiyla. Dosen hukum ketenagakerjaan Fakultas Hukum UGM itu sebelumnya mengaku menerima ancaman setelah mengkritik polemik surat perjalanan dinas keluarga Menteri PU ke Amerika Serikat serta dugaan mutasi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian PU. Melalui akun X pribadinya, @nabiylarisfa, ia mengungkap bahwa data pribadinya disebarluaskan tanpa persetujuan.
Menurut Nabiyla, informasi yang disebarkan mencakup alamat rumah, nomor induk kependudukan (NIK), tanggal lahir, data anggota keluarga, hingga lokasi terakhir perangkat komunikasi yang digunakannya. Ia menyebut ancaman tersebut diterimanya bersamaan dengan permintaan agar menghapus unggahan yang mengkritik Menteri PU. Unggahan itu kemudian memicu perhatian luas dari publik terkait dugaan doksing terhadap akademisi.
Menanggapi hal tersebut, Dody menegaskan dirinya tidak memiliki keterlibatan dalam penyebaran data pribadi Nabiyla. Ia mengatakan bukan pengguna aktif media sosial sehingga tidak mengikuti perkembangan isu tersebut, termasuk istilah doxing yang menurutnya baru pertama kali didengar. "Saya ini pegang media sosial enggak. Gimana saya tahu doksing ini, dari Mbak yang jelasin. Saya bukan pegiat media sosial," kata Dody kepada wartawan di Jakarta, Senin (20/7/2026).
Dody juga membantah secara tegas tudingan bahwa dirinya memerintahkan atau terlibat dalam tindakan penyebaran data pribadi terhadap pihak yang mengkritiknya. Bahkan, ia menegaskan bantahan tersebut dengan sumpah berdasarkan keyakinannya sebagai seorang Muslim. "Doksing ini kosakata baru bagi saya. Demi Allah, demi Rasulullah, saya itu enggak. Enggak mungkinlah," tegasnya.
Selain membantah dugaan doksing, Dody menyatakan tidak mempermasalahkan kritik yang ditujukan kepadanya. Menurut dia, kritik merupakan bagian dari masukan yang dapat digunakan untuk memperbaiki diri maupun mengevaluasi kebijakan yang dijalankan. Saat dimintai tanggapan mengenai kritik terhadap gaya komunikasinya yang dinilai terlalu santai atau slengean, Dody mengaitkannya dengan latar belakangnya sebelum menjadi menteri. Ia mengatakan berasal dari Jawa Timur dan memiliki pengalaman panjang di sektor swasta sehingga terbiasa berkomunikasi secara santai. "Kalau sesuatu yang teknis banget, baru saya akan serius. Kalau ini, kan bukan sesuatu yang serius," tutup Dody.