JAKARTA, AFU.ID — Merokok tidak hanya berkaitan dengan kanker paru-paru, penyakit jantung, dan gangguan pernapasan. Kebiasaan itu juga dapat merusak kesehatan tulang, termasuk tulang belakang.
Nikotin dan zat berbahaya dalam rokok dapat menghambat aliran darah ke tulang dan jaringan penyangganya. Padahal, aliran darah dibutuhkan untuk membawa oksigen dan nutrisi dalam proses pemulihan tulang.
Dokter bedah ortopedi Dr. Kumardev Arvind Rajamanya mengatakan tembakau memiliki dampak besar terhadap tulang belakang. Menurut dia, kerusakan bantalan di antara tulang belakang dapat terjadi lebih cepat pada perokok.
“Tembakau memiliki pengaruh besar terhadap tulang belakang,” kata Kumardev, dilansir Hindustan Times, Rabu, (3/6/2026).
Kondisi itu dapat memicu nyeri punggung bawah, gangguan bantalan tulang belakang, dan tekanan pada saraf. Kumardev menyebut banyak anak muda tidak menyadari bahwa kebiasaan merokok dapat berkaitan dengan nyeri punggung yang mereka alami.
Rokok juga dapat mengganggu proses penyembuhan tulang setelah cedera atau operasi. Pada sebagian perokok, penyatuan tulang yang patah dapat berlangsung lebih lambat atau tidak menyatu dengan baik.
Masalah lain yang disorot adalah osteoporosis. Kebiasaan merokok dapat mengganggu penyerapan kalsium dan menurunkan kepadatan tulang, sehingga tulang menjadi lebih rapuh.
Risiko itu tidak hanya terjadi pada perokok aktif. Produk tembakau tanpa asap, termasuk tembakau kunyah, tetap mengandung nikotin yang dapat memengaruhi metabolisme tulang.
Kumardev mengatakan berhenti memakai produk tembakau dapat membantu tubuh memulai proses pemulihan. Pasien yang berhenti merokok sebelum tindakan ortopedi atau selama pemulihan patah tulang cenderung memiliki peluang pemulihan lebih baik.
Pesan ini penting karena bahaya rokok kerap dibatasi pada paru-paru dan jantung. Dampaknya terhadap tulang sering luput, padahal dapat memengaruhi nyeri punggung, risiko patah tulang, dan proses penyembuhan setelah cedera. (RHU)