JAKARTA, AFU.ID — Spider-Man: Brand New Day langsung diserbu lebih dari satu juta penonton Indonesia hanya dalam dua hari penayangan. Film terbaru Tom Holland itu mencatat 592.434 penonton pada hari pertama, lalu bertambah menjadi 1.020.178 penonton sehari kemudian. Capaian tersebut menjadikannya film impor tercepat yang menembus satu juta penonton di Indonesia sepanjang 2026.
Ledakan penonton itu tidak semata-mata menunjukkan besarnya penggemar Spider-Man atau ketakutan terkena spoiler di media sosial. Film ini datang setelah penantian hampir lima tahun dengan membawa kelanjutan nasib Peter Parker, misteri hubungan dengan MJ, sejumlah karakter baru, serta cerita menarik dari balik proses produksi. Berikut alasan yang membuat Brand New Day terasa seperti tontonan yang harus segera disaksikan.
1. Penonton menunggu nasib Peter Parker hampir lima tahun
Film ini menjadi kelanjutan langsung Spider-Man: No Way Home yang dirilis pada 2021. Cerita sebelumnya berakhir ketika seluruh dunia melupakan Peter Parker, termasuk MJ dan sahabatnya, Ned Leeds. Penonton akhirnya mendapat jawaban mengenai cara Peter menjalani hidup setelah kehilangan semua orang yang mengenal dan mencintainya.
2. Peter harus membangun hidupnya seorang diri
Peter kini memberantas kejahatan secara penuh sebagai Spider-Man di dunia yang tidak lagi mengingat identitasnya. Ia harus menyaksikan MJ dan Ned melanjutkan kehidupan tanpa dirinya, sementara tekanan tersebut memicu perubahan yang sulit dikendalikan. Tema kehilangan, kesepian, dan memulai hidup dari nol membuat konfliknya terasa dekat dengan anak muda yang sedang berusaha menemukan arah hidup.
3. Hubungan Peter dan MJ masih menyimpan pertanyaan
Zendaya kembali sebagai MJ, tetapi karakternya telah menjalani kehidupan baru tanpa ingatan tentang Peter. Kondisi tersebut membuat penonton penasaran apakah MJ akan kembali mengingat hubungan mereka atau Peter memilih mempertahankan pengorbanannya. Konflik ini menjadi salah satu daya tarik emosional terbesar setelah akhir pahit No Way Home.
4. Zendaya ikut mengubah karakter MJ
Zendaya mengaku merasa MJ dalam draf awal naskah terlihat terlalu normal dan kehilangan sisi uniknya. Ia kemudian meminta kesempatan untuk mengembalikan keanehan, keberanian, dan rasa ingin tahu yang menjadi ciri khas karakter tersebut. Sutradara Destin Daniel Cretton menerima masukan itu dan memberi pemain ruang lebih besar untuk mengembangkan tokohnya.
5. Spider-Man berhadapan dengan dunia yang lebih keras
Mark Ruffalo kembali sebagai Bruce Banner atau Hulk, sedangkan Jon Bernthal hadir sebagai Frank Castle alias Punisher. Michael Mando juga kembali sebagai Mac Gargan atau Scorpion setelah sebelumnya muncul dalam Spider-Man: Homecoming. Pertemuan Spider-Man dengan tokoh-tokoh yang memiliki kekuatan dan cara berbeda dalam menghadapi kejahatan membuat konflik film ini terasa lebih besar.
6. Tom Holland cedera ketika menjalani adegan laga
Proses produksi sempat terhenti setelah Tom Holland mengalami gegar otak ringan saat menjalani adegan laga pada September 2025. Pengambilan gambar dihentikan sementara karena produksi tidak dapat dilanjutkan tanpa kehadiran pemeran utama tersebut. Holland kemudian kembali bekerja setelah menjalani masa pemulihan dan insiden itu tidak mengubah jadwal perilisan film.
Syuting kali ini juga kembali dilakukan di jalan sungguhan setelah No Way Home lebih banyak dikerjakan di studio akibat pembatasan pandemi. Sejumlah kawasan Glasgow, Skotlandia, diubah menjadi jalanan New York untuk adegan laga berskala besar. Kehadiran penggemar di sekitar lokasi membuat proses produksi ikut menjadi tontonan dan pembicaraan jauh sebelum film masuk bioskop.
7. Kisah Tom Holland dan Zendaya ikut menjadi magnet
Hubungan Tom Holland dan Zendaya di dunia nyata terus menarik perhatian sejak keduanya dipertemukan dalam film Spider-Man. Produser Amy Pascal mengaku pernah menyarankan mereka tidak menjalin hubungan romantis agar urusan pribadi tidak mengganggu pekerjaan. Keduanya tetap berpacaran dan berhasil menjaga hubungan tersebut sambil kembali memerankan Peter Parker dan MJ.
Kombinasi penantian panjang, nasib Peter yang menyedihkan, hubungan dengan MJ, kehadiran karakter besar, serta drama selama produksi membuat film tersebut memiliki daya tarik lebih dari sekadar tontonan superhero. FOMO dan kekhawatiran terkena spoiler memang ikut mempercepat penonton datang, tetapi fondasi utamanya tetap berada pada rasa penasaran terhadap kehidupan baru Peter Parker. Serbuan satu juta penonton dalam dua hari menunjukkan manusia laba-laba itu masih mampu membuat masyarakat Indonesia merasa harus menjadi bagian dari perbincangan. (RHU)