JAKARTA, AFU.ID — Perekonomian Indonesia nampak tangguh dalam meredam berbagai risiko ketidakpastian global akibat perang tarif dan geopolitik.
Melansir website Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI), Minggu (31/5/2026), capaian tersebut berkat bauran energi nasional yang solid dan eksekusi strategi fiskal yang pruden.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) RI, Juda Agung menyatakan, ketangguhan tersebut berhasil menopang pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 di angka 5,61%.
“Kita menghasilkan minyak, gas, biodiesel, bioenergi, dan batubara, jadi energi mix kita ini lebih baik,” ungkapnya.
“Sehingga, kita masih mempunyai daya tahan yang baik terhadap harga minyak yang meroket di global,” sambungnya.
Pemerintah RI pun secara konsisten menerapkan tiga langkah taktis demi menjaga stabilitas makroekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Pertama, mengendalikan belanja negara dengan mengefisiensikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan mempertahankan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) guna memacu produksi maupun lapangan kerja baru.
“Itu dari sisi pengeluaran yang kita bisa melakukan pengendalian, istilahnya refocusing,” tutur Wamenkeu Juda.
“Kita akan fokus pada pengeluaran yang mendorong demand, yang mendorong supply, mendorong produksi, dan juga mendorong menciptakan kata pekerjaan,” tambahnya.
Strategi kedua adalah mengoptimalkan penerimaan negara lewat momentum kenaikan harga komoditas dan implementasi sistem Coretax.
Ketiga, mengalihkan strategi pembiayaan ke mata uang non-Dolar Amerika Serikat (non-USD) melalui penerbitan Samurai bonds berdenominasi Yen Jepang (JPY), Dim Sum bonds berdenominasi Renminbi, dan Kangaroo bonds berdenominasi Dolar Australia.
Bauran kebijakan tersebut sukses menekan laju inflasi di level 2,42% dan menjaga defisit fiskal tetap terkendali pada angka 0,64% per April 2026.
Juda Agung juga menyebut, ketahanan Surat Berharga Negara (SBN) pun ikut terjaga dengan baik.
“Jadi empat itu sebenarnya empat indikator pertumbuhan, inflasi, fiskal defisit, dan juga yield SBN ini, menentukan bagaimana fiskal kita masih kuat,” ujarnya.
”Strategi yang kita ambil tadi, it works, bekerja dengan baik,” pungkas Wamenkeu RI. (ADR)