PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) telah menyelesaikan pengerjaan tiga jalur pipa penyalur bawah laut sepanjang 21,24 kilometer sebagai bagian dari program peremajaan infrastruktur untuk menjaga keandalan penyaluran minyak dan gas bumi. Proyek ini, yang merupakan bagian dari Pipeline Renew and Replacement Project (PRRP), berhasil diselesaikan 10 hari lebih cepat dari target dan mampu mengamankan produksi sebesar 3.895 barel minyak per hari. PHE ONWJ masih memiliki satu jalur pipa yang akan dikerjakan pada kuartal IV 2026, serta merencanakan pekerjaan reinstatement pipeline untuk mendukung ketahanan energi.
Pekerja sedang melakukan pekerjaan perbaikan dan pemasangan pipa bawah laut untuk menjaga keamanan produksi dan distribusi migas. ANTARA/HO-Pertamina EP.
JAKARTA, AFU.ID – PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) merampungkan pengerjaan tiga jalur pipa penyalur bawah laut sepanjang 21,24 kilometer pada semester I 2026. Pengerjaan tersebut merupakan bagian dari Pipeline Renew and Replacement Project (PRRP), program peremajaan dan penggantian infrastruktur yang ditujukan untuk menjaga keandalan penyaluran minyak dan gas bumi (migas).
Tiga jalur yang telah diselesaikan yakni UWJ-B1C yang menghubungkan aliran produksi dari area Uniform ke Bravo, EF-EA di area Echo, serta BG-BC di area Bravo. General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama mengatakan peremajaan dilakukan untuk mencegah gangguan terhadap operasi akibat kondisi infrastruktur pipa bawah laut.
“Langkah proaktif melalui program PRRP secara berkelanjutan 2026 ini meminimalisir risiko gangguan operasional dan menjaga integritas fasilitas pipa penyalur bawah laut,” ujar Muzwir dalam keterangan resminya, Sabtu (1/8/2026). Pekerjaan instalasi lepas pantai tersebut berlangsung selama 169 hari sejak 31 Oktober 2025. Proyek selesai 10 hari lebih cepat dari target yang ditetapkan.
Selama pengerjaan, PHE ONWJ mencatat 854.765 jam kerja selamat. Perusahaan menyebut aspek keselamatan menjadi salah satu prioritas dalam pelaksanaan proyek. Muzwir mengatakan penyelesaian tiga jalur pipa tersebut berpengaruh langsung terhadap kesinambungan operasi dan penyaluran produksi migas. Dengan infrastruktur yang telah diperbarui, PHE ONWJ mengamankan aliran produksi sebesar 3.895 barel minyak per hari (BOPD) dan 6,9 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD).
“Proyek strategis bagi PHE ONWJ untuk mempertahankan produksi migas ini berhasil diselesaikan dengan aman dan tepat waktu,” katanya. Program PRRP belum sepenuhnya rampung. Memasuki semester II 2026, PHE ONWJ masih memiliki satu jalur yang harus dikerjakan, yakni Pipeline BC-BPRO. Jalur tersebut memiliki panjang 2,78 kilometer dan dijadwalkan dikerjakan pada kuartal IV 2026.
Sementara itu, pada 2027, tim PRRP merencanakan pekerjaan reinstatement pipeline untuk jalur BF-BK-BPRO serta FK-FC. Pekerjaan lanjutan tersebut ditujukan untuk mempertahankan keandalan infrastruktur penyalur migas di wilayah operasi PHE ONWJ. Muzwir mengatakan keberlanjutan program peremajaan pipa menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga produksi sekaligus mendukung ketahanan energi. “Upaya ini adalah wujud komitmen PHE ONWJ dalam menopang pencapaian ketahanan energi,” ujarnya. (FAD)