Penulis: Radiatul Husna · Reporter: Radiatul Husna
JAKARTA, AFU.ID — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menemukan dugaan manipulasi nilai ekspor minyak sawit mentah atau CPO ke Amerika Serikat.
Temuan itu diperoleh setelah Kementerian Keuangan mengecek tiga pengapalan dari 10 perusahaan CPO secara acak.
“Mereka kelihatan sekali melakukan manipulasi harga ekspor ke Amerika Serikat,” kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, (21/5/2026)
Purbaya mencontohkan satu perusahaan mencatat harga ekspor 2,6 juta dolar AS di Indonesia. Namun, nilai yang dibayarkan importir di Amerika Serikat tercatat 4,2 juta dolar AS.
Pada perusahaan lain, nilai ekspor dicatat 1,43 juta dolar AS di Indonesia, tetapi nilai impor di Amerika Serikat mencapai sekitar 4 juta dolar AS.
“Berubah harganya 200 persen. Kita mau deteksi kapal per kapal,” ujar Purbaya.
Manipulasi nilai ekspor membuat transaksi di Indonesia terlihat lebih rendah dari nilai sebenarnya.
Akibatnya, potensi pajak dan penerimaan negara bisa berkurang karena keuntungan lebih besar tercatat di luar negeri.
Purbaya mengatakan temuan tersebut akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas.
Pemerintah juga membentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai BUMN Khusus Ekspor untuk memperketat tata kelola ekspor sumber daya alam.
Badan ekspor itu disiapkan untuk menekan praktik under-invoicing dan transfer pricing dalam ekspor komoditas. (RHU)