JAKARTA, AFU.ID — Timnas Tanjung Verde mencatat sejarah dengan memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 usai menahan imbang Arab Saudi tanpa gol pada laga terakhir Grup H. Hasil tersebut membuat negara debutan itu melangkah ke fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaannya di Piala Dunia.
Tambahan satu poin membawa Tanjung Verde finis di peringkat kedua Grup H dengan koleksi tiga poin dari tiga pertandingan. Mereka unggul atas Uruguay yang turun ke posisi ketiga setelah kalah 0-1 dari Spanyol pada laga lain di grup yang sama.
Keberhasilan tersebut menjadi salah satu kejutan terbesar di fase grup Piala Dunia 2026. Berstatus debutan, Tanjung Verde mampu menyingkirkan dua tim yang lebih berpengalaman untuk merebut tiket ke babak 32 besar.
Sepanjang fase grup, Tanjung Verde tampil konsisten dengan mengandalkan pertahanan yang disiplin. Mereka mengawali turnamen dengan menahan imbang Spanyol 0-0 sebelum bermain 2-2 melawan Uruguay dan kembali meraih hasil imbang tanpa gol saat menghadapi Arab Saudi.
Pada laga penentuan, Tanjung Verde justru tampil lebih agresif dibanding dua pertandingan sebelumnya. Berdasarkan statistik permainan, Tanjung Verde melepaskan 15 tembakan dengan dua di antaranya mengarah tepat ke gawang lawan.
Arab Saudi lebih banyak berada di bawah tekanan sepanjang pertandingan. Tim berjuluk Green Falcons itu hanya mampu menciptakan tujuh percobaan, dengan tiga tembakan yang mengarah ke sasaran.
Dominasi Tanjung Verde juga terlihat dari intensitas serangan yang dibangun melalui sisi lapangan. Mereka mencatat 19 umpan silang, lebih banyak dibandingkan Arab Saudi yang hanya melepaskan 12 umpan silang.
Di lini belakang, Tanjung Verde kembali menunjukkan organisasi permainan yang solid. Mereka hanya melakukan 26 pelanggaran, lebih sedikit dibandingkan Arab Saudi yang melakukan 33 pelanggaran sepanjang pertandingan.
Sebaliknya, hasil imbang tersebut memastikan langkah Arab Saudi terhenti di fase grup. Mereka menutup Grup H di posisi juru kunci dengan dua poin hasil dari dua kali imbang dan satu kekalahan.
Kegagalan itu membuat Arab Saudi gagal mengulang pencapaian terbaiknya saat menembus fase gugur Piala Dunia 1994. Sementara bagi Tanjung Verde, kelolosan ke babak 32 besar menjadi tonggak baru sekaligus pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola negara tersebut. (ANT/RAI)