JAKARTA, AFU.ID — Banjir luapan merendam sedikitnya empat desa di Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, Minggu (21/6/2026). Ketinggian air berkisar 20 hingga 49 sentimeter setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam dua hari terakhir.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Aceh Barat Teuku Ronal Nehdiansyah mengatakan banjir dipicu meluapnya Sungai Meureubo pada Minggu sore.
“Banjir luapan ini terjadi akibat tingginya curah hujan sejak dua hari belakangan ini,” kata Ronal di Meulaboh, Minggu malam.
Wilayah yang terdampak antara lain Gampong Canggai, Gampong Lawet, dan Gampong Seumantok. BPBD masih mendata titik lain di sekitar Kecamatan Pante Ceureumen yang ikut terendam.
Air telah masuk ke pekarangan dan sebagian rumah warga. Namun, BPBD menyebut genangan masih berada pada kisaran mata kaki hingga betis orang dewasa.
Hingga Minggu malam, belum ada warga yang mengungsi ke posko darurat. Warga memilih bertahan di rumah sambil mengamankan barang berharga.
BPBD menyiagakan personel untuk memantau debit air di daerah aliran Sungai Meureubo. Warga di sepanjang aliran sungai diminta waspada karena hujan masih berpotensi menaikkan permukaan air secara tiba-tiba.
BPBD belum merinci jumlah kepala keluarga terdampak, rumah yang terendam, maupun kerugian akibat banjir. Data tersebut penting untuk menentukan apakah penanganan cukup dilakukan melalui pemantauan atau perlu ditingkatkan menjadi respons darurat.
Banjir di Pante Ceureumen kembali menunjukkan kerentanan permukiman di sekitar Krueng Meureubo saat curah hujan meningkat. Pemerintah daerah perlu memastikan peringatan dini, akses evakuasi, dan kebutuhan warga disiapkan sebelum genangan meluas. (RHU)