Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA AFU.ID — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap mencatat satu desa yang mengajukan permohonan bantuan air bersih pada awal musim kemarau ini. Permohonan tersebut sudah diterima, namun belum dikategorikan sebagai kondisi darurat karena kebutuhan air di lapangan masih dinilai relatif terkendali.
Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Taryo, mengatakan pengajuan bantuan dari Desa Karangkemiri lebih bersifat antisipatif untuk mengantisipasi potensi kekurangan air di puncak musim kemarau. “Baru ada satu desa yang mengajukan bantuan air bersih yaitu Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi,” ujar Taryo di Cilacap, Jumat,
Menurut dia, Desa Karangkemiri termasuk wilayah yang hampir setiap tahun mengalami kesulitan air bersih saat musim kemarau sehingga pola pengajuan bantuan cenderung dilakukan lebih awal. Kebiasaan tersebut membuat pemerintah desa lebih sigap mengantisipasi potensi krisis air dibanding menunggu kondisi memburuk.
Meski demikian, BPBD Cilacap belum langsung menyalurkan bantuan karena masih melakukan koordinasi dengan pemerintah desa terkait kondisi riil di lapangan. Proses tersebut diperlukan untuk memastikan apakah kebutuhan distribusi air benar-benar mendesak atau masih bisa ditangani secara lokal.
BPBD Cilacap saat ini juga belum menerima laporan serupa dari desa-desa lain yang selama ini masuk kategori rawan kekeringan di wilayah Cilacap. Bahkan Desa Bojong di Kecamatan Kawunganten yang dikenal sebagai wilayah paling awal terdampak kekeringan setiap tahun, hingga kini belum mengajukan permohonan bantuan. Hal ini menjadi salah satu indikator bahwa kondisi ketersediaan air di awal musim kemarau masih relatif stabil.
Taryo menilai belum adanya permohonan dari sejumlah desa rawan kekeringan mengindikasikan situasi masih terkendali meski musim kemarau mulai berlangsung. Namun ia menegaskan kondisi tersebut tetap perlu diwaspadai karena dapat berubah sewaktu-waktu tergantung intensitas hujan dan cuaca.
BPBD Cilacap tetap melakukan pemantauan rutin terhadap perkembangan cuaca dan potensi kekeringan di sejumlah kecamatan yang menjadi langganan krisis air bersih. Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan respon cepat jika terjadi penurunan ketersediaan air di wilayah terdampak.(ANT/RAI)