JAKARTA, AFU.ID — Dinas Perhubungan DKI Jakarta menutup sejumlah putaran balik di kawasan Cakung setiap sore guna mengantisipasi kemacetan parah akibat antrean truk kontainer. Penutupan diberlakukan mulai pukul 15.00 WIB di putaran Cakung, Babek, dan Jakarta Garden City. Rekayasa lalu lintas ini diterapkan setelah arus kendaraan di Jalan Raya Bekasi hingga Cakung-Cilincing sempat lumpuh. Dishub menyatakan langkah tersebut efektif mengurai kepadatan kendaraan di kedua arah.
Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin menjelaskan bahwa putaran Cakung menjadi salah satu titik utama penumpukan truk yang hendak berbalik arah. Antrean panjang kendaraan menyebabkan kapasitas jalan menurun dan lalu lintas tersendat. Untuk mengatasi hal tersebut, truk kontainer diarahkan menuju putaran lain atau ke Terminal Tanah Merdeka yang mampu menampung sekitar 200 truk untuk beristirahat sambil menunggu kondisi lalu lintas kembali normal.
Kemacetan juga dipicu oleh aktivitas keluar-masuk truk di sejumlah depo kontainer yang tidak seimbang. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut jumlah truk yang masuk lebih banyak dibandingkan yang keluar dari area depo. Kondisi ini menyebabkan antrean meluas dari kawasan Cakung-Cilincing hingga Jalan Raya Bekasi dan perbatasan Kota Bekasi. Jalur tersebut merupakan akses penting yang digunakan kendaraan pribadi, angkutan umum, serta kendaraan logistik setiap hari.
Dishub mengimbau para pengemudi truk untuk mematuhi arahan petugas dan tidak mengantre di badan jalan saat depo belum dapat menerima kendaraan. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan kepolisian, pengelola depo, dan perusahaan angkutan guna mengatur jadwal bongkar muat. Upaya ini dilakukan agar kemacetan tidak meluas ke wilayah lain, termasuk akses menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Evaluasi terhadap rekayasa lalu lintas akan terus dilakukan berdasarkan kondisi arus kendaraan harian. (RHU)