JAKARTA, AFU.ID — Tim SAR gabungan menemukan balita berusia dua tahun bernama Ibas yang sebelumnya dilaporkan hanyut terbawa arus gorong-gorong di kawasan Tanjung Sengkuang, Kota Batam, Kepulauan Riau. Korban ditemukan pada hari ketiga pencarian dalam kondisi meninggal dunia.
Peristiwa itu bermula pada Senin (22/6/2026) pagi sekitar pukul 08.00 WIB saat Ibas bermain hujan di depan rumahnya. Saat sedang bermain, korban terpeleset lalu terjatuh ke saluran drainase, dan terseret arus hingga masuk ke gorong-gorong.
Keluarga dan warga sekitar sempat melakukan pencarian secara mandiri sesaat setelah kejadian. Mereka menyusuri aliran air dan saluran drainase di sekitar lokasi, namun keberadaan korban tidak berhasil ditemukan. Pencarian kemudian dilanjutkan oleh tim SAR gabungan yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD, Tagana, pemerintah daerah, hingga masyarakat setempat. Operasi pencarian terus dilakukan selama tiga hari dengan memperluas area penyisiran.
Pada hari ketiga, Rabu (25/6), operasi dimulai sejak pukul 06.30 WIB dengan membagi personel ke dalam dua regu. Tim pertama menyisir sepanjang aliran drainase perumahan Tanjung Sengkuang, sementara tim kedua melakukan pencarian dari muara drainase hingga kawasan pesisir dan hutan mangrove di perairan Sengkuang.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 07.15 WIB. Korban ditemukan tidak jauh dari area pencarian dan langsung dievakuasi menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. “Korban langsung dievakuasi menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Kelas A Tanjungpinang, Eryk Subariyanto, Rabu (24/6/2026).
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi dihentikan. Tim SAR juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan atas musibah tersebut. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di sekitar saluran air, drainase, maupun gorong-gorong yang berpotensi membahayakan keselamatan. (ANT/RAI)