JAKARTA AFU.ID — Sejumlah wilayah pesisir di Sulawesi Utara masih berstatus siaga tsunami pascagempa kuat yang mengguncang kawasan Filipina Selatan dan Laut Sulawesi. Pemerintah daerah dan masyarakat diminta tetap waspada serta mematuhi arahan evakuasi guna mengantisipasi potensi dampak yang dapat terjadi di wilayah pesisir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menginstruksikan pemerintah daerah untuk terus melakukan pemantauan dan mengarahkan warga di daerah berstatus siaga menuju lokasi yang lebih aman. Sementara masyarakat di wilayah berstatus waspada diminta menjauhi kawasan pantai dan menghentikan sementara aktivitas di perairan.
Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Maritim Bitung, Ricky Daniel Aror, Senin (8/6/2026), mengatakan wilayah yang masih berstatus siaga meliputi Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud, Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara bagian utara, Kabupaten Minahasa bagian utara, Kabupaten Minahasa Selatan bagian utara, Kota Bitung, serta Kabupaten Bolaang Mongondow bagian utara.
Wilayah yang masuk kategori waspada antara lain Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, dan sebagian wilayah Kabupaten Minahasa Selatan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan kondisi di lapangan hingga saat ini terpantau aman, tenang, dan terkendali. Tim gabungan BPBD di berbagai daerah juga terus melakukan pemantauan berkala untuk memastikan tidak ada dampak signifikan yang membahayakan masyarakat pesisir.
Abdul mengimbau masyarakat agar tidak panik serta mengutamakan keselamatan kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak. Warga juga diminta mengikuti informasi resmi serta arahan petugas yang bertugas di lapangan. (ANT/RAI)