JAKARTA, AFU.ID - Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan lima program strategis pada 2026 guna membangun ekosistem pemberdayaan umat yang terintegrasi, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga penguatan ekonomi.
"Kami ingin membangun model pemberdayaan yang tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling terintegrasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan oleh masyarakat," ujar Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag Waryono Abdul Ghafur di Jakarta, Sabtu (13/6).
Kelima program prioritas tersebut mencakup pengembangan 1.000 Kampung Zakat di wilayah tertinggal (3T), 1.000 titik Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis KUA, 300 Beasiswa Zakat Indonesia, 24 Kota Wakaf, serta 514 Inkubasi Wakaf Produktif.
"Kementerian Agama juga akan mengembangkan 514 titik Inkubasi Wakaf Produktif guna mendorong aset wakaf menjadi pusat kegiatan ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja," sambungnya memaparkan rincian target tersebut.
Guna memastikan keberhasilan program pengentasan kemiskinan ekstrem ini, Kemenag akan mengedepankan kolaborasi lintas sektor bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), pemerintah daerah, hingga dunia usaha. "Melalui lima program strategis tersebut, Kementerian Agama berharap lahir lebih banyak masyarakat yang berdaya, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraannya," pungkas Waryono. (ANT/NAD)