JAKARTA, AFU.ID — Putri Kusuma Wardani memasang target lebih tinggi menjelang Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026. Setelah membawa pulang medali perunggu pada edisi 2025, tunggal putri Indonesia itu kini membidik kesempatan menembus final hingga menjadi juara. Kejuaraan Dunia 2026 akan berlangsung di India pada 17–23 Agustus mendatang.
Putri menyebut pencapaiannya tahun lalu menjadi modal untuk mengejar hasil yang lebih baik. Ia tidak ingin berhenti pada posisi semifinal seperti saat Kejuaraan Dunia 2025 di Paris. “Targetnya semoga bisa memperbaiki warna medali,” kata Putri saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung.
Pada Kejuaraan Dunia 2025, langkah Putri dihentikan Akane Yamaguchi dalam pertarungan tiga gim di semifinal. Putri kalah 17-21, 21-14, 6-21, sementara Akane kemudian keluar sebagai juara dunia. Hasil tersebut membuat Putri dan An Se Young sama-sama menempati podium perunggu tunggal putri.
Akane masih menjadi salah satu ujian besar bagi Putri menuju persaingan tahun ini. Keduanya kembali bertemu pada Japan Open 2026, dengan Putri sempat merebut gim pertama 21-9 sebelum akhirnya kalah 21-16 dan 21-14 pada dua gim berikutnya. Putri menilai kemampuannya menghadapi pemain Jepang tersebut semakin dekat, tetapi perubahan pola permainan lawan masih menjadi bagian yang harus bisa ia antisipasi.
Evaluasi itu membuat aspek mental dan konsentrasi menjadi perhatian Putri menjelang Kejuaraan Dunia. Ia mengakui pertandingan di level atas tidak hanya menguras kondisi fisik, tetapi juga pikiran karena konsentrasi harus dijaga sepanjang laga. Kekurangan yang ditemukan dalam rangkaian turnamen sebelumnya kini menjadi bagian dari latihan menuju ajang di India.
Medali perunggu 2025 sendiri menjadi pencapaian penting bagi tunggal putri Indonesia. BWF mencatat Putri sebagai tunggal putri Indonesia pertama dalam satu dekade yang berhasil meraih medali Kejuaraan Dunia, setelah perjalanannya menembus semifinal tahun lalu. Ia ketika itu mengalahkan Tomoka Miyazaki dan Pusarla V. Sindhu sebelum berhadapan dengan Akane.
Kini Putri kembali menuju Kejuaraan Dunia dengan beban yang berbeda. Jika tahun lalu perunggu menjadi terobosan, pada edisi 2026 ia datang dengan sasaran memperbaiki warna medali dan membuka peluang merebut gelar juara. BWF menjadwalkan Kejuaraan Dunia 2026 berlangsung selama tujuh hari pada 17–23 Agustus di India. (RHU)