JAKARTA, AFU.ID - Memeringati Hari Laut Sedunia, Wanadri Women Divers (WWD) bersama TNI Angkatan Laut (TNI AU) melakukan rangkaian kegiatan ekspedisi Selam “Rediscover Buru: Moving Forward - Coral Restoration and Beyond yang dimulai sejak (1/6/2026). Kegiatan ekspedisi selam tersebut sebagai upaya bentuk upaya restorasi ekosistem laut.
Dalam kegiatan ekspedisinya, WWD dan TNI Angkatan Laut (TNI AU) menemukan indikasi degradasi ekosistem terumbu karang di sejumlah kawasan pesisir Pulau Buru. Berdasarkan temuannya, degradasi tersebut diakibatkan oleh berbagai aktivitas yang belum memperhatikan prinsip keberlanjutan serta adanya perubahan kualitas lingkungan laut.
WWD dan TNI AU menyebut, dampak buruk degradasi ekosistem terumbu karang tersebut tak hanya dapat mengganggu kesehatan ekosistem, tetapi juga mampu memengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut.
Sehubungan dengan kondisi tersebut, Ketua Ekspedisi Wanadri Women Divers, Endah Wahyu Sulistianti, menyatakan laut bukan hanya ruang kehidupan, tetapi juga warisan yang harus dijaga bersama. “Kami ingin membangun gerakan konservasi yang tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menghasilkan dampak nyata bagi ekosistem dan masyarakat pesisir,” ujarnya saat menyambut Hari Laut Sedunia, di Pulau Buru, Senin (7/6/2026).
Oleh karenanya, dalam mengatasi hal tersebut, WWD dengan TNI AU melalui Kodaeral IX Maluku menargetkan 2,5 ribu transplantasi fragmen terumbu karang di kawasan pesisir Desa Jikumerasa dan Desa Hatawano.
Selain itu, WWD dan TNI AU juga telah melakukan serangkaian kegiatan ilmiah dan konservasi. Kegiatan ini melibatkan berbagai mitra strategis termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas lokal sumber daya pesisir dan laut.
Serangkaian kegiatan tersebut meliputi pemetaan kondisi terumbu karang, dokumentasi biodiversitas laut, analisis kualitas perairan serta identifikasi berbagai tekanan lingkungan yang berpotensi mengancam keberlanjutan ekosistem pesisir Pulau Buru.
Adapun hasil kegiatan restorasi ekosistem tersebut, diketahui akan dikumpulkan untuk menjadi landasan ilmiah penyusunan strategi konservasi jangka panjang di wilayah tersebut. Selain itu juga diharapkan sebagai langkah awal mempercepat pemulihan habitat bawah laut dan meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut Indonesia.
Lebih jauh, dalam memeringati Hari Laut Sedunia hari ini, TNI AL dan akademisi diketahui juga mengembangkan program pemberdayaan perempuan pesisir melalui inisiatif “Ibu Karang” di Pantai Jikumerasa, Kabupaten Buru. Program tersebut meliputi pelatihan konservasi laut, pendidikan lingkungan, penguatan kapasitas kader konservasi perempuan, hingga sertifikasi selam bagi perempuan lokal. (NAD)