AFU.id

Overheat Mesin Picu Ledakan Maut, Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja Dipertanyakan

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Keselamatan dan Kesehatan Kerja di sektor industri manufaktur nasional rawan terabaikan akibat lemahnya pengawasan berkala terhadap kelaikan mesin produksi. Kelalaian pemeliharaan sarana bertekanan tinggi ini berisiko memicu kecelakaan fatal yang mengancam nyawa para pekerja lapangan.

Overheat Mesin Picu Ledakan Maut, Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja Dipertanyakan
Menperin RI, Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin RI)

Investigasi Forensik Menguji Keselamatan dan Kesehatan Kerja Industri

Bagaimanapun juga, penghentian sementara seluruh aktivitas operasional pabrik mutlak dilakukan demi mendukung kelancaran olah tempat kejadian perkara. Langkah hukum ini diambil untuk mendalami potensi unsur kelalaian pidana dari pihak manajemen perusahaan.

"Saat ini pihak perusahaan bersama Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polrestabes Semarang sedang melakukan olah TKP dan pendalaman untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan, termasuk memeriksa apakah ada unsur kelalaian. Kami di Direktorat Jenderal Industri Agro juga telah berkoordinasi dengan Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri (BBSPJPPI) di Semarang untuk terus mengawal penanganan insiden ini," jelas Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika.

Pada dasarnya, pembiaran terhadap ketiadaan kalibrasi alat industri secara berkala hanya akan menempatkan nyawa buruh dalam intaian bahaya maut. Ke depan, komitmen nyata terhadap keselamatan dan kesehatan kerja secara konsisten menjadi kunci utama untuk mencegah kecelakaan kerja dan melindungi modal manusia nasional secara menyeluruh. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi