JAKARTA, AFU.ID – Otopsi terhadap jenazah ACL (30), dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang ditemukan tewas di semak-semak samping RSUD Tengku Rafian, Kabupaten Siak, Riau, menemukan memar pada bagian kepala akibat kekerasan benda tumpul. Pemeriksaan dilakukan tim medis Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau. Selain memar di kepala, petugas menemukan luka berbentuk titik disertai pembengkakan pada punggung tangan kiri korban.
“Ada juga ditemukan memar pada kepala akibat kekerasan tumpul,” kata Kasubbid Penmas Polda Riau AKBP Rudi Samosir kepada wartawan di Pekanbaru, Rabu (15/7/2026). Berdasarkan pemeriksaan sementara, korban diperkirakan telah meninggal selama 12 hingga 24 jam sebelum ditemukan. Jenazah juga telah memasuki tahap awal pembusukan.
Tim medis turut menemukan sejumlah luka pascakematian atau post mortem pada bagian leher, dada, perut, punggung, dan kedua lengan. Berdasarkan pola serta bentuknya, luka tersebut diduga berasal dari gigitan serangga. Pemeriksaan organ dalam juga menunjukkan adanya pelebaran pembuluh darah dan pembendungan atau kongesti. Namun, temuan-temuan tersebut belum cukup untuk menentukan penyebab pasti kematian korban.
“Penyebab kematian korban belum dapat ditentukan. Hasil otopsi masih menunggu kurang lebih dua minggu, sesuai informasi dari Kabiddokkes Polda Riau,” ujar Rudi. Lebih lanjut, kepolisian belum menyimpulkan apakah ACL meninggal akibat tindak kekerasan, kecelakaan, atau penyebab lain. Penyelidikan masih menunggu hasil lengkap pemeriksaan forensik. “Nanti hasil otopsi akan menemukan titik temu, apakah korban dibunuh atau kecelakaan atau sejenisnya. Jenazah korban saat ini masih di rumah sakit,” kata Rudi.
ACL ditemukan meninggal dunia di semak belukar di luar pagar RSUD Tengku Rafian, Jalan Raja Kecik, Kecamatan Siak, Selasa lalu sekitar pukul 11.30 WIB. Korban diketahui merupakan dokter PPDS Residen Anestesi yang sedang menjalani pendidikan dan bertugas di rumah sakit tersebut. Sebelum ditemukan meninggal, ACL dilaporkan tidak dapat dihubungi sejak Senin lalu sekitar pukul 17.30 WIB.
Istri korban, dr YM (31), yang juga bertugas dan tinggal di asrama RSUD Tengku Rafian, sempat mencoba menghubungi telepon genggam suaminya, tetapi sudah tidak aktif. Ia kemudian mencari korban di lingkungan rumah sakit dan menanyakan keberadaannya kepada sejumlah rekan sejawat. Namun, tidak ada yang mengetahui lokasi ACL. Petugas lalu memeriksa rekaman kamera pengawas rumah sakit.
Dari rekaman tersebut, korban terakhir kali terlihat berjalan seorang diri keluar melalui pintu depan Pos Security II menuju area luar rumah sakit. Karena korban belum ditemukan hingga Selasa pagi, dua petugas keamanan dan seorang sopir ambulans melakukan penyisiran di sekitar lokasi terakhir korban terlihat. Seorang petugas keamanan kemudian memanjat pagar pembatas untuk melihat area semak di luar lingkungan rumah sakit. Korban ditemukan dalam posisi telentang dan sudah tidak bernyawa. (FAD)