AFU.id

IHN 2.0 Perkuat Tata Kelola Kehutanan, Akurasi Data jadi Dasar Kebijakan

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Inventarisasi Hutan Nasional (IHN) 2.0 diluncurkan sebagai upaya untuk memperkuat tata kelola kehutanan di Indonesia melalui sistem yang lebih modern dan berbasis data akurat, transparan, serta dapat dipertanggungjawabkan, yang mendukung penyusunan kebijakan yang efektif. Kementerian Kehutanan RI mengimplementasikan sistem ini dengan memanfaatkan teknologi digital dan penguatan kualitas data lapangan, serta menyelenggarakan bimbingan teknis untuk memastikan keseragaman standar dan kompetensi pelaksana. Dengan capaian yang melampaui target pengukuran dan pengembangan Sistem Informasi Inventarisasi Hutan Nasional (SI-INTAN), diharapkan kebijakan kehutanan dapat disusun lebih tepat sasaran guna menjaga kelestarian hutan dan memenuhi kebutuhan pembangunan nasional.

IHN 2.0 Perkuat Tata Kelola Kehutanan, Akurasi Data jadi Dasar Kebijakan
Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan (IPSDH) Kemenhut RI menyelenggarakan Bimbingan Teknis Penjaminan dan Pengendalian Mutu Pelaksanaan IHN 2.0 di Yogyakarta. (Foto: Kemenhut RI)

Transformasi Digital Kehutanan Dukung Implementasi IHN 2.0

Sebagai informasi, IHN 2.0 mendapat penguatan melalui capaian inventarisasi hutan yang melampaui target pada 2025. Dari target pengukuran sebanyak 365 klaster, Kemenhut RI berhasil merealisasikan pengukuran pada 375 klaster atau setara 102% dari target. Hasil itu menjadi modal sangat penting dalam memperluas implementasi sistem inventarisasi generasi terbaru.

Selain itu, Kemenhut RI mengembangkan Sistem Informasi Inventarisasi Hutan Nasional (SI-INTAN) sebagai platform terpadu untuk pengelolaan, pemantauan, hingga analisis data kehutanan. Sistem itu mengintegrasikan data IHN 2.0, IHN 1.0, serta Inventarisasi Hutan Mangrove (IHM) yang menghasilkan informasi lebih cepat, terhubung, dan andal. Integrasi data itu diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dalam pengelolaan kawasan hutan di tanah air.

Penguatan inventarisasi berbasis teknologi menunjukkan kualitas tata kelola kehutanan tak lagi hanya bergantung pada pengumpulan data di lapangan, melainkan kemampuan mengintegrasikan informasi secara akurat dan berkelanjutan. Semakin baik kualitas data yang tersedia, semakin besar peluang kebijakan kehutanan tersusun secara tepat sasaran untuk menjaga kelestarian hutan dan memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan nasional. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi