Penulis: Putri Nadhila · Reporter: Putri Nadhila
AFU.ID – Gunung Semeru di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi dengan memuntahkan tiga kali erupsi berturut-turut pada Minggu (17/5/2026) pagi.
Berdasarkan laporan tertulis dari pos pengamatan, erupsi pertama tercatat memuntahkan abu setinggi 500 meter, disusul letusan ganda sekira pukul 07.44 WIB dan 07.46 WIB yang membumbung hingga 700 meter ke arah barat laut.
Menyikapi rentetan aktivitas vulkanik yang masih berstatus Level III (Siaga) tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan peringatan zona merah demi keselamatan warga sekitar.
"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar," tegas Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi.
Selain peringatan radius kawah, otoritas terkait juga melarang keras segala bentuk aktivitas di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan atau daerah aliran sungai (DAS) dan lembah di lereng gunung semeru Jawa Timur, sejauh 13 kilometer dari pusat letusan.
Selain itu, ia juga melarang masyarakat untuk melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena adanya potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Larangan tersebut diberlakukan guna mewaspadai potensi perluasan terjangan awan panas, guguran lava, maupun aliran lahar pada sungai-sungai kecil yang berhulu langsung ke puncak Semeru. (ANT/NAD)