AFU.ID - Mantan Menko Polhukam Mahfud MD memberikan pembelaan terbuka terhadap Ketua BEM UGM, Tio Ardianto, yang belakangan mengaku mendapat teror sistematis usai melontarkan kritik keras terhadap kebijakan pemerintah. Mahfud secara tegas meminta aparat kepolisian tidak "tutup mata" dan segera meringkus dalang di balik intimidasi tersebut.
Dalam tayangan di kanal YouTube pribadinya, Mahfud mengungkapkan rasa bangganya terhadap sosok Tio yang dinilai kritis berbasis data namun tetap santun. Ia menyayangkan adanya praktik "lempar batu sembunyi tangan" berupa teror digital maupun fisik yang menyasar keluarga sang aktivis mahasiswa.
"Anak muda berani seperti ini menyampaikan data, menyampaikan argumen, ya harus dilindungi dong. Kalau negara ingin selamat, kita harus sadari bersama. Jika Anda (penguasa) sudah diperingatkan tidak mau juga dan malah marah-marah, silakan jalan, nanti Tuhan dan alam yang akan mengubah Anda," ujar Mahfud, dikutip Rabu 25 Februari 2026.
Mahfud juga menanggapi secara menohok pernyataan Menteri HAM Natalius Pigai yang menyebut kritik atau penghalangan terhadap program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pelanggaran HAM. Mahfud meluruskan bahwa konsep HAM tidak boleh disalahgunakan untuk membungkam aspirasi publik.
"Kalau menghalangi MBG itu melanggar HAM, itu betul 100 persen. Tetapi ingat, siapa pun pemerintah yang mengelola negara secara tidak profesional, menimbulkan korupsi dan pemborosan, itu juga pelanggaran HAM! Jangan hanya bicara kasih makan orang, tapi pengelolaan yang sewenang-wenang itu adalah pelanggaran HAM di bidang Ekosob (Ekonomi, Sosial, Budaya)," tegasnya.
Ia mendesak agar ruang demokrasi tidak dikotori oleh "baser-baser" bayaran maupun ancaman rahasia yang membuat masyarakat takut bersuara. Menurut Mahfud, aparat Polri yang dikenal sangat cekatan dalam mengungkap kasus besar seharusnya tidak kesulitan melacak pelaku teror terhadap mahasiswa jika memang ada kemauan politik. (*)