JAKARTA - AFU.ID - Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia (Menko PM) Muhaimin Iskandar menyebut kepengurusan PBNU telah gagal karena salah fokus. Yang dimaksud Cak Imin, pengurusnya sekarang terlalu fokus pada persoalan yang tidak terkait dengan kalangan bawah.
“Lebih fokus ke persoalan yang tidak relevan dengan masyarakat bawah,” tegasnya di podcast Akbar Faizal Uncensored, Selasa (28/4/2026).
Pernyataan itu menyambung statemennya pada Minggu (19/4) di acara halal bihalal Pengurus Besar (PD) Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) di Jakarta. Kata dia, “Rezim PBNU hari ini sudah tidak boleh diteruskan. Terutama Ketua Umum PBNU yang sekarang menurut saya sudah gagal.”
Pantun berbalas. Cak Imin mengaku statemennya itu muncul setelah Ketum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf sempat berbicara soal keterkaitan NU dengan PKB. Pernyataan Gus Yahya itu tidak menyebut nama Gus Yahya secara spesifik.
“Kiai Said Aqil Siroj (Ketua Umum PBNU), sebelumnya berkali-kali mengatakan bahwa NU itu ya PKB, PKB itu ya NU. Beliau sering mengatakan itu sebelumnya,” kata Gus Yahya.
Salah fokus yang dimaksud Cak Imin dalam podcast itu, mengakibatkan terjadinya konflik antar sesama pengurus di tubuh PBNU yang banyak kewajiban organisasi terbengkalai. Sistem administrasi, kaderisasi hingga persoalan yang menyangkut masyarakat bawah.
“SK di bawah tidak turun, pendidikan masyarakat diabaikan,” katanya.
Menurutnya, biang persoalan di PBNU ini adalah sistem voting atau pemilihan langsung untuk menentukan ketua umumnya. Untuk itu, dirinya menyarankan pada Muktamar yang akan digelar sebentar lagi, agar sistem itu dihilangkan.
“Ditunjuk lewat musyawarah saja,” katanya.
Kata dia, dulu orang tidak mau menjadi pengurus PBNU, sekarang orang memperebutkan kursi itu padahal setelah terpilih tidak memberikan dampak baik terhadap PBNU. (EER)