JAKARTA, AFU.ID — Setelah tujuh bulan menakhodai masa rintisan Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Angga Raka Prabowo secara resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Muhammad Qodari.
Dalam pidato perpisahan yang berlangsung di Jakarta pada Selasa, (28/4/2026), loyalis senior Prabowo Subianto ini memberikan pengakuan jujur mengenai beratnya beban membangun institusi dari nol dan celah kinerja yang masih menganga lebar.
Angga membeberkan bahwa masa tugasnya adalah fase ‘babat alas’ yang penuh dengan hambatan teknis maupun strategis.
Ia secara terbuka memohon maaf kepada jajaran stafnya karena pola kerjanya yang lebih banyak di lapangan ketimbang di kantor pusat.
“Saya mohon maaf, mungkin kehadiran saya jarang langsung di teman-teman,” ungkap Angga Raka Prabowo.
Ia bahkan tak menutupi kekurangan hasil kinerjanya sebagai Kepala Bakom RI selama ini.
Di tengah tingginya ekspektasi publik terhadap transparansi kebijakan Presiden Prabowo Subianto, Angga mengakui bahwa pesan-pesan pemerintah sering kali gagal tersampaikan dengan baik.
Sebuah pengakuan dosa administratif bahwa komunikasi pemerintah sejauh ini memang masih gagap menghadapi dinamika publik.
“Dan seluruh kerja teman-teman selama ini, bukan tiada hasil,” tutur Angga Raka Prabowo.
Kendati demikian, Ia dengan berani mengakui kegagalan di beberapa titik tertentu.
“Tapi kita rasakan bagaimana hari ini seluruh teman-teman gagal menyampaikan apresiasi kepada masyarakat tentunya, memang belum sempurna,” ujarnya.
Bagi pria yang telah mendampingi Prabowo Subianto sejak 2008 ini, pembangunan institusi komunikasi pemerintah adalah perjuangan berkelanjutan yang tak boleh berhenti hanya karena pergantian nahkoda.
“Alhamdulillah, hari ini kita bertemu semua di sini, tapi perjuangan itu kan tidak ada yang berhenti,” papar Angga Raka Prabowo.
Walaupun Angga mengeklaim telah meletakkan fondasi organisasi yang kuat, tantangan nyata kini berpindah ke tangan Qodari.
Pertanyaannya adalah apakah ‘ketidaksempurnaan’ yang Angga Raka Prabowo akui dapat diperbaiki oleh gaya agresif Qodari, atau justru akan menciptakan resistensi publik yang lebih besar?
Mengenai suksesi tersebut, Angga meminta dukungan total jajaran Bakom RI bagi Muhammad Qodari agar kekurangan yang ada dapat segera diakselerasi.
“Saya yakin di bawah pembinaan Pak Muhammad Qodari, Bakom akan jauh lebih baik untuk mengawal kebijakan strategis Presiden Prabowo Subianto,” pungkasnya. (ADR/FAD)