JAKARTA, AFU.ID — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengambil alih Selat Hormuz dan mengenakan tarif bagi kapal yang melintas jika Iran tidak mencapai kesepakatan dengan Washington. Ancaman itu muncul di tengah perundingan lanjutan AS-Iran yang dimediasi Qatar dan Pakistan di Swiss.
“Kami mungkin akan mengambil alih selat itu jika perlu,” kata Trump seperti dilaporkan Fox News, Minggu (21/6/2026).
Trump juga menyebut Amerika Serikat dapat mengenakan biaya lintas bagi kapal yang melewati Selat Hormuz. Dalam laporan tersebut, ia menyatakan AS akan mengambil 20 persen dari minyak yang diangkut melalui jalur laut strategis itu.
Pernyataan Trump muncul saat AS dan Iran melanjutkan pembicaraan mengenai pelaksanaan memorandum yang ditandatangani kedua negara pada 18 Juni 2026. Perundingan membahas jalan menuju kesepakatan akhir, isu program nuklir Iran, sanksi, serta keamanan pelayaran komersial.
Memorandum AS-Iran menetapkan Amerika Serikat akan mengakhiri blokade laut terhadap pelabuhan Iran dalam waktu 30 hari. Sebagai imbalannya, Iran diminta menjamin pelayaran komersial di Selat Hormuz berlangsung aman dan bebas biaya selama 60 hari.
Reuters melaporkan pembicaraan tingkat tinggi kedua negara di Swiss menghasilkan kesepakatan untuk melanjutkan pembahasan teknis pada pekan ini. Qatar dan Pakistan juga membuka jalur komunikasi untuk membantu menjaga keamanan kapal dagang di Selat Hormuz.
Selat Hormuz menjadi jalur penting bagi perdagangan energi dunia karena dilalui pengiriman minyak dan gas dari negara-negara Teluk. Ancaman pengambilalihan dan tarif lintas kapal berpotensi menambah ketidakpastian terhadap pelayaran komersial di kawasan tersebut. (RHU)