Penulis: Radiatul Husna · Reporter: Radiatul Husna
JAKARTA, AFU.ID — Seluruh kapal bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza dicegat pasukan Israel di perairan internasional.
Kementerian Luar Negeri RI mengonfirmasi sembilan warga negara Indonesia yang tergabung dalam misi tersebut ikut ditangkap.
“Berdasarkan informasi terkini, sembilan WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia yang tergabung dalam misi GSF 2.0 semuanya dilaporkan telah ditangkap Israel,” kata Juru Bicara II Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela, Rabu.
Tiga dari sembilan WNI itu merupakan jurnalis Indonesia. Mereka adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.
Global Sumud Flotilla menyatakan semua kapal dalam konvoi telah dicegat. Mereka masih menunggu informasi terbaru mengenai kondisi aktivis dan awak kapal.
Konvoi bantuan kemanusiaan itu berangkat dari Barcelona, Spanyol, pada 15 April 2026.
Pada Senin, 18 Mei 2026, kapal misi tersebut dikepung kapal perang Israel di perairan internasional sekitar 250 mil laut dari pesisir Gaza.
Kemlu RI menyatakan seluruh jalur diplomatik dan langkah kekonsuleran sedang dimaksimalkan untuk melindungi para WNI.
Perwakilan RI di Kairo, Roma, Amman, dan Istanbul telah disiagakan untuk menyiapkan penanganan WNI yang ditangkap Israel.
Indonesia mendesak Israel segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan.
Kemlu juga menegaskan bantuan kemanusiaan ke Gaza harus tetap dijamin sesuai hukum humaniter internasional. (ANT/RHU)