JAKARTA, AFU.ID — Rusia melancarkan serangan besar ke sejumlah kota di Ukraina pada Selasa, (2/6/2026), dini hari.
Sedikitnya 14 orang tewas akibat serangan tersebut.
Korban tewas terdiri atas sembilan orang di Dnipro dan lima orang di Kyiv.
Puluhan warga lainnya mengalami luka-luka.
Sejumlah anak-anak termasuk dalam daftar korban luka.
Serangan Rusia menghantam gedung apartemen dan infrastruktur sipil.
Tim darurat masih mencari warga yang dikhawatirkan terjebak di bawah reruntuhan di Kyiv.
Peringatan serangan udara sempat diberlakukan di sebagian besar wilayah Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Rusia meluncurkan 656 drone serang dan 73 rudal dalam serangan semalam.
Rudal yang digunakan mencakup rudal balistik, jelajah, dan antikapal.
Zelensky menyebut serangan utama diarahkan ke Kyiv.
Menurut dia, puluhan bangunan tempat tinggal dan infrastruktur sipil kembali rusak.
Di Dnipro, sebagian bangunan apartemen empat lantai hancur akibat serangan.
Seorang anak turut dilaporkan meninggal dalam serangan di kota tersebut.
Serangan juga dilaporkan menghantam Kharkiv, Zaporizhzhia, dan beberapa wilayah lain.
Rusia menyatakan serangan itu sebagai balasan atas serangan Ukraina sebelumnya.
Moskow mengklaim seluruh target serangan telah tercapai.
Zelensky meminta bantuan Amerika Serikat untuk memasok rudal sistem pertahanan Patriot.
Menurut Ukraina, rudal Patriot dibutuhkan untuk mencegat serangan rudal Rusia.
Permintaan itu muncul ketika pasokan Patriot disebut semakin terbatas. (RHU)
Sumber: BBC, Reuters, The Guardian