JAKARTA, AFU.ID — Ledakan di fasilitas pasokan gas Barzan, kawasan industri Ras Laffan, Qatar, menewaskan 13 pekerja dan melukai 66 orang pada Minggu (21/6/2026). Seluruh korban meninggal disebut berasal dari India dan Pakistan.
Menteri Energi Qatar Saad bin Sherida Al Kaabi mengatakan para korban luka berasal dari Qatar, sejumlah negara Asia, dan Afrika. Ia menyebut kondisi mayoritas korban luka tidak mengkhawatirkan dan masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Tragedi ini telah merenggut nyawa 13 karyawan kami yang berasal dari India dan Pakistan. Sebanyak 66 karyawan lainnya terluka,” kata Al Kaabi dalam konferensi pers, Senin (22/6/2026).
Pemerintah Qatar menyatakan ledakan di fasilitas Barzan tidak terkait aksi militer maupun sabotase. Penyebab insiden masih diselidiki, tetapi otoritas menduga ledakan dipicu persoalan teknis saat fasilitas kembali beroperasi.
Al Kaabi mengatakan insiden tersebut tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar. Pemerintah juga menyebut pasokan gas untuk kebutuhan domestik dan volume ekspor Qatar tidak terganggu.
Fasilitas gas Barzan sebelumnya ditutup penuh sejak Desember 2025. Pabrik tersebut baru kembali dibuka dua hari sebelum ledakan terjadi.
Pemerintah Qatar belum dapat memastikan kapan fasilitas Barzan dapat kembali beroperasi. Penilaian kerusakan masih dilakukan untuk menentukan tingkat dampak ledakan terhadap sistem produksi dan distribusi gas. (RHU)