Penulis: Fadhlan Robbani · Reporter: Fadhlan Robbani
JAKARTA, AFU.ID - Pemerintah Korea Utara pada Rabu (27/5/2026) mengumumkan telah melaksanakan uji coba sistem rudal jelajah dan balistik terbaru, bersama sejumlah roket artileri.
Uji coba tersebut disaksikan langsung oleh Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, dan disebut sebagai bagian dari upaya Pyongyang memodernisasi persenjataan sekaligus mencapai target pembangunan pertahanan lima tahunan.
Dalam uji coba pada Selasa (26/5/2026) itu, Korea Utara menguji “sistem senjata rudal jelajah taktis” serta “sistem peluncuran rudal multifungsi ringan”. Pengumuman ini disampaikan sehari setelah militer Korea Selatan melaporkan bahwa Korea Utara telah meluncurkan sejumlah proyektil, termasuk rudal balistik jarak pendek, dari wilayah pesisir baratnya.
Menurut militer Korea Selatan, proyektil tersebut diluncurkan sekitar pukul 13.00 waktu setempat dan melesat hingga sekitar 80 kilometer. Uji coba ini juga menjadi peluncuran rudal balistik pertama sejak 19 April.
Sementara itu, kantor berita pusat Korea Utara, KCNA, menyebut uji coba tersebut mencakup evaluasi dan perhitungan daya ledak “hulu ledak misi khusus pada rudal balistik taktis” serta akurasi serangan “rudal jelajah taktis” yang menggunakan teknologi pemandu berbasis kecerdasan buatan (AI).
KCNA juga mengklaim bahwa rudal jelajah taktis dengan sistem navigasi otonom berpresisi tinggi itu mampu menghantam target hingga jarak 100 km.
Selain itu, rudal tersebut disebut akan ditempatkan pada brigade artileri jarak jauh di sepanjang perbatasan selatan dengan Korea Selatan.
Kim Jong Un dikabarkan menyatakan kepuasan atas hasil uji coba tersebut, yang dinilainya sebagai “isyarat jelas akan semakin meningkatnya kekuatan angkatan bersenjata kita”.
Ia juga menegaskan bahwa sistem kendali penembakan serta sistem otomatis pada seluruh kendaraan peluncur telah diperbarui untuk “menyesuaikan dengan kondisi peperangan modern demi meningkatkan kemampuan dalam perang”. (FAD)