Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA AFU.ID — Sebanyak 1.077 keluarga pengungsi Afghanistan atau sekitar 5.781 orang kembali ke negaranya pada Selasa, (19/5/2026). Dari jumlah itu, sebanyak 1.179 orang telah dipulangkan ke provinsi asal mereka, sementara sisanya masih menunggu proses penyaluran bantuan sebelum diberangkatkan.
Bantuan yang diberikan meliputi uang tunai, kartu SIM, layanan kesehatan, dan bahan makanan di titik perbatasan.
Gelombang pemulangan ini terjadi setelah Pakistan dan Iran meminta pengungsi Afghanistan yang tidak memiliki dokumen resmi untuk kembali ke negaranya.
Sejak Oktober 2023, sekitar 5,4 juta warga Afghanistan telah kembali dari Pakistan dan Iran. Sepanjang 2026 saja, tercatat lebih dari 232 ribu warga Afghanistan telah dipulangkan, terdiri dari 146 ribu orang dari Pakistan dan 86 ribu orang dari Iran.
Sejumlah lembaga internasional mengingatkan bahwa pemulangan massal secara cepat dapat memperburuk kondisi kemanusiaan di Afghanistan.
Perlindungan terhadap warga sipil, terutama pengungsi dan warga yang baru kembali, dinilai harus menjadi prioritas utama.
Situasi di Afghanistan juga masih dibayangi konflik dan bencana. Ketegangan terbaru antara Afghanistan dan Pakistan memicu ribuan warga mengungsi di Provinsi Kunar dan Nangarhar. Wilayah Kunar sendiri sebelumnya sudah terdampak gempa bumi dan kini harus menampung banyak warga yang kembali dari luar negeri. (ANT/RAI)