AFU.ID, JAKARTA - Qari dan Da’i lulusan Al-Azhar Asy-Syarif, Mesir membawa misi dakwah Islam moderat serta harmonis di Indonesia.
Mereka pun telah melakukan audiensi dengan Menteri Agama Republik Indonesia (Menag RI), Nasaruddin Umar di Jakarta pada Senin, 9 Maret 2026.
Para Qari dan Da’i yang tergabung dalam delegasi Majelis Hukama Muslimin (MHM) bakal melakukan safari dakwah selama beberapa hari dalam bulan suci Ramadan 2026.
Menag Nasaruddin Umar mengapresiasi peran MHM dan Al-Azhar Mesir sebagai pusat peradaban ilmu pengetahuan Islam.
Ia menyampaikan, hubungan keagamaan antara warga Indonesia dengan Al-Azhar terjalin sangat kuat.
Hal tersebut terbukti dengan banyaknya tokoh agama besar di Indonesia yang merupakan lulusan Universitas Al-Azhar.
“Saya ucapkan selamat datang kepada cendekiawan muda yang sudah hadir di sini,” ungkap Menag RI.
“Mesir adalah negara cendekiawan Islam yang besar, banyak imam-imam, Qari, dan ulama masyhur di Indonesia adalah lulusan dari Universitas Al-Azhar,” sambungnya.
Delegasi MHM terjadwal akan bertugas di sejumlah wilayah di Indonesia, meliputi Sumatera Selatan (Sumsel), Sulawesi Selatan (Sulsel), Nusa Tenggara Barat (NTB), DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar), dan Kalimantan Timur (Kaltim) atau tepatnya di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menag Nasaruddin Umar menjelaskan, penempatan tersebut bertujuan untuk memperkuat simpul-simpul harmoni keagamaan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.
“Bapak-bapak akan disebar dan hadir di berbagai kota yang menjadi simbol harmoni keagamaan di Indonesia, dari Sulawesi Selatan, Sumatera, IKN, hingga Jawa,” tuturnya.
“Jangan takut tidak bisa berbahasa Indonesia, insyaallah di sana akan ada orang-orang baik yang membantu untuk membiasakan diri,” tambah Menag RI.
Ia pun memandang program pengiriman qari dan da’i tersebut sebagai jembatan kebudayaan dan intelektual yang sangat penting.
Sehngga berharap kehadiran delegasi MHM tak hanya memberikan pencerahan keagamaan, tetapi juga mempererat ikatan persaudaraan antarmasyarakat.
“Saya ucapkan terima kasih dan selamat bertugas, anggaplah Indonesia ini sebagai negeri kedua,” ujar Nasaruddin Umar.
“Saya berharap para Qari sekalian dapat mengenal lebih dekat budaya Indonesia yang sangat kaya,” lanjutnya.
Delegasi MHM akan memulai masa tugasnya di berbagai masjid raya dan pusat dakwah di daerah penugasan.
Penempatan di Provinsi Kaltim secara khusus menandai dukungan internasional dalam aspek keagamaan di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai pusat peradaban baru Indonesia.
MHM adalah sebuah badan independen lintas negara yang terbentuk pada 21 Ramadan 1435 Hijriyah atau 19 Juli 2014 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
Sejak 1 September 2021, MHM membuka kantor virtual di Indonesia yang bertugas ikut mendiseminasikan dan mempublikasikan program dan kegiatan MHM dalam konteks kehidupan keberagamaan di Indonesia.
Lalu pada Oktober 2023, diresmikan MHM kantor cabang Indonesia oleh Sekjen MHM Konsoler Mohamed Abdelsalam dan berkantor di Jakarta Pusat.