Deteksi Dini TBC Diperluas melalui Layanan Berbasis Rumah Tangga
Sementara itu, keberhasilan pengendalian TBC membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat. Sehingga, program Homecare di Jember terancang untuk mendekatkan pemeriksaan kesehatan dasar kepada warga yang mengalami hambatan akses. Model layanan itu juga dapat membantu pemerintah menemukan persoalan kesehatan secara lebih aktif.
“Kami berharap, pemerintah daerah bisa ikut mengawal jalannya program ini. Kementerian Kesehatan telah menyiapkan dukungan pelaksanaan CKG dengan foto rontgen. Yang terpenting adalah masyarakat mau datang untuk diperiksa sehingga kasus TB bisa ditemukan lebih cepat dan segera ditangani,” ujar Wamenkes Benjamin Ocatvianus.
Di sisi lain, Iwan Sumule selaku Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) menyampaikan layanan kesehatan dekat dengan rumah dapat mendukung pengentasan kemiskinan. Ia menilai, gangguan kesehatan dapat menurunkan produktivitas sekaligus meningkatkan beban pengeluaran keluarga. Oleh karenanya, perluasan akses layanan kesehatan menjadi bagian penting dari intervensi sosial dan ekonomi.
“Kemiskinan dan kesehatan merupakan dua persoalan yang saling berkaitan erat. Ketika masyarakat tidak memperoleh akses layanan kesehatan yang memadai, risiko kehilangan produktivitas meningkat, beban pengeluaran rumah tangga bertambah, bahkan dapat mendorong keluarga jatuh atau kembali ke dalam kemiskinan. Jadi, perluasan akses layanan kesehatan merupakan salah satu bentuk intervensi penting dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan,” papar Iwan Sumule.
Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Kawendra Lukistian mendukung inovasi pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Ia menilai kolaborasi pemerintah pusat dan daerah diperlukan untuk memastikan layanan kesehatan semakin mudah dijangkau. “Program Homecare menjadi contoh bagaimana pelayanan kesehatan dapat semakin dekat dengan masyarakat,” ucapnya.
Bupati Jember, Muhammad Fawait menjelaskan Program Homecare lahir setelah evaluasi menunjukkan hambatan akses masih dialami sebagian warga. Tenaga kesehatan akan mendatangi rumah masyarakat untuk pemeriksaan dasar dan edukasi. Layanan telemedicine juga dimanfaatkan apabila warga memerlukan konsultasi lanjutan dengan dokter.
“Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya memiliki jaminan kesehatan, tetapi juga benar-benar bisa memperoleh pelayanan. Karena itu tenaga kesehatan akan datang langsung ke rumah-rumah warga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dasar, memberikan edukasi, serta memanfaatkan telemedicine apabila diperlukan konsultasi dengan dokter,” kata Muhammad Fawait.
Sinergi layanan berbasis rumah dengan pemeriksaan CKG berpotensi mempersempit celah penemuan kasus yang selama ini berada di lingkungan keluarga. Keberhasilannya deteksi dini TBC tetap bergantung pada partisipasi warga, kesinambungan pengobatan, serta kemampuan pemerintah memastikan setiap temuan segera ditindaklanjuti. Dengan demikian, penguatan layanan primer tidak berhenti pada pemeriksaan, tetapi menjadi instrumen penting untuk memutus rantai penularan Tuberkulosis secara lebih sistematis. (ADR)






























