JAKARTA AFU.ID — Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berencana membangun reaktor nuklir di Bulan sebagai sumber listrik untuk mendukung keberlangsungan misi dan keberadaan manusia dalam jangka panjang. Teknologi tersebut dinilai penting karena energi surya tidak selalu mampu memenuhi kebutuhan di wilayah Bulan yang minim paparan sinar matahari.
“Kami ingin mencapai tahap di mana kami menghasilkan puluhan kilowatt listrik, dan reaktor nuklir di permukaan Bulan adalah jalan yang harus ditempuh. Jadi kami akan melakukan eksperimen dan pada akhirnya membangun kemampuan itu,” kata Garcia-Galan, Program Eksekutif NASA untuk Basis Bulan, Selasa (26/5/2026)
Garcia menjelaskan, meski NASA dapat memanfaatkan tenaga surya, di wilayah Bulan yang banyak bayangan, energi surya saja tidak cukup untuk mendukung sistem yang diperlukan bagi keberadaan manusia secara berkelanjutan.
“Jadi nuklir adalah langkah berikutnya, dimulai dari unit pemanas radioisotop pada aset awal agar bisa bertahan melewati malam,” tambahnya.
NASA berencana melakukan serangkaian eksperimen dan secara bertahap membangun kemampuan teknologi yang dibutuhkan.
Pada Maret lalu, badan antariksa AS mengumumkan rencana pembangunan basis permanen di Bulan secara bertahap dalam tiga tahap.
Tahap pertama mencakup pengiriman kargo dan peralatan untuk membangun infrastruktur dasar energi, sains, dan komunikasi.
Tahap kedua mengembangkan infrastruktur layak huni menyerupai Bumi serta logistik dengan kontribusi badan antariksa internasional.
Adapun tahap terakhir ditargetkan memungkinkan keberadaan manusia jangka panjang di Bulan.
Meski dinilai memungkinkan secara teknologi, rencana mengirim material radioaktif ke luar angkasa masih memunculkan kekhawatiran terkait aspek keselamatan. Sejumlah ilmuwan menilai risiko selama proses peluncuran harus menjadi perhatian utama.
Dilansir dari Kompas, Pakar ilmu planet dari Open University, Dr. Simeon Barber, mengatakan pengiriman bahan radioaktif melewati atmosfer bumi memang memiliki tantangan tersendiri. Namun, menurutnya hal tersebut tetap dapat dilakukan apabila memenuhi persyaratan dan izin keselamatan yang ketat.
Sementara itu, Profesor Ilmu Bumi dan Planet dari Lancaster University, Lionel Wilson, menilai pembangunan reaktor nuklir di Bulan pada dekade mendatang bukan hal yang mustahil. Ia menyebut proyek tersebut sangat bergantung pada dukungan pendanaan dan kemampuan peluncuran yang memadai.
“Sudah ada desain reaktor kecil. Tinggal soal bagaimana memastikan peluncuran Artemis cukup untuk membangun infrastruktur di Bulan,” ujar Wilson, merujuk pada program Artemis milik NASA. (ANT/RAI)