JAKARTA, AFU.ID - Satgas Operasi Damai Cartenz menangkap YK (52), terduga penyalur senjata api dan amunisi untuk jaringan Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB di Papua Pegunungan.
Kasatgas Humas Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo mengatakan YK ditangkap pada Sabtu (6/6) sekitar pukul 13.16 WIT di kawasan Pasar Sentral Sarmi, Kabupaten Sarmi, Papua.
Penangkapan dilakukan setelah personel memperoleh informasi mengenai keberadaan YK di lokasi tersebut. Yusuf menyebut penangkapan ini merupakan pengembangan penyidikan jaringan pemasok senjata dan amunisi untuk KKB di Yalimo dan Yahukimo.
Sejak operasi penegakan hukum dimulai pada Maret lalu, Satgas Damai Cartenz telah menangkap sejumlah pelaku dengan peran berbeda. Mereka disebut berperan sebagai penyandang dana, pembeli, penyedia amunisi, hingga perantara transaksi.
“YK pernah menerima satu pucuk senjata api beserta amunisi,” kata Yusuf di Jayapura, Minggu.
Menurut Yusuf, senjata api dan amunisi itu diterima YK dari seorang pria berinisial B pada awal Maret di kediamannya di kawasan Argapura, Kota Jayapura.
Senjata dan amunisi tersebut kemudian diduga disalurkan kepada sejumlah pihak yang melakukan transaksi dengan kelompok pimpinan Simeon Payage.
Setelah ditangkap, YK dibawa ke Mapolres Sarmi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami dugaan keterlibatannya dalam jaringan pemasok senjata dan amunisi kepada kelompok bersenjata.
Dalam penangkapan itu, Satgas Damai Cartenz juga mengamankan sejumlah barang milik YK. Barang tersebut antara lain telepon seluler, dokumen identitas, kartu perbankan, uang tunai dalam berbagai pecahan, serta barang pribadi lainnya.
Yusuf mengatakan barang-barang tersebut akan digunakan untuk pendalaman penyidikan.
Hingga awal Juni, sedikitnya 12 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara jaringan senjata dan amunisi tersebut.
Dari rangkaian penindakan, petugas juga menyita 298 butir amunisi, empat magazen senapan SS1, satu pucuk senjata api rakitan, serta enam laras senjata api bekas perang dunia dalam kondisi berkarat dan tanpa popor. (ANT/FAD)