JAKARTA, AFU.ID — Penertiban parkir liar belum menghentikan praktik parkir sembarangan yang melibatkan pengemudi ojek online atau daring di Jakarta. Untuk memecahkan persoalan tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan mempertemukan komunitas ojol dan pengelola gedung guna membahas penyediaan ruang parkir khusus.
Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat dan akan melibatkan operator layanan ojol dan pengelola kawasan komersial dan perkantoran. "Mungkin dalam minggu depan akan kami undang komunitas ojol untuk mendiskusikan dengan operator dan para pengelola gedung," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin saat memimpin Apel Pengarahan di Jakarta, Minggu (21/6/2026).
Kepala Dishub DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengatakan diskusi akan difokuskan pada penyediaan kantong parkir di lokasi yang selama ini menjadi titik rawan parkir liar. Kawasan perkantoran, pusat komersial, dan area dengan aktivitas pengantaran tinggi menjadi prioritas pembahasan.
Selain soal parkir, Dishub juga akan memperkuat edukasi keselamatan dan ketertiban berlalu lintas kepada para pengemudi ojol. Materi yang disampaikan mencakup larangan parkir liar, melawan arus, hingga kewajiban melengkapi dokumen kendaraan.
Rencana tersebut adalah tindak lanjut dari operasi penertiban parkir liar yang belakangan dilakukan di berbagai wilayah Jakarta. Pemerintah daerah ingin penegakan aturan diikuti dengan penyediaan solusi yang dapat diterapkan di lapangan.
Salah satu penertiban yang sempat menjadi perhatian publik terjadi di Jalan Jatinegara, Jakarta Timur, pada Rabu (17/6/2026). Petugas mengangkut sejumlah sepeda motor yang parkir di atas trotoar, termasuk kendaraan milik seorang pengemudi ojol.
Budi menjelaskan kendaraan tersebut telah diambil pemiliknya pada hari yang sama. Pengambilan dilakukan tanpa biaya dengan syarat membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi pelanggaran serupa.
Menurut dia, pendekatan yang dilakukan tidak semata-mata berorientasi pada penindakan. Pemerintah juga berupaya membangun kesadaran bersama agar ketertiban lalu lintas dapat terjaga.
Perwakilan komunitas ojol, Beno, menyatakan siap mendukung langkah Dishub dalam meningkatkan disiplin pengemudi di jalan. Komunitas juga berkomitmen mengingatkan anggotanya untuk mematuhi aturan lalu lintas dan tidak menggunakan trotoar sebagai tempat parkir. (ANT/RAI)