JAKARTA, AFU.ID — Mabes TNI membantah kabar adanya pengerahan prajurit ke Polda Metro Jaya setelah beredar video dan narasi di media sosial yang menyebut sejumlah orang berseragam loreng berada di lingkungan markas kepolisian tersebut. Kapuspen TNI Brigjen Muhammad Nas mengatakan informasi adanya pengerahan prajurit TNI ke Polda Metro Jaya tidak benar. Ia meminta publik tidak terprovokasi oleh narasi yang beredar. “Beritanya tidak benar,” kata Nas, Kamis (9/7/2026).
Nas juga membantah narasi yang menyebut prajurit TNI mendatangi Polda Metro Jaya untuk menjemput saksi atau pihak tertentu. Menurut dia, informasi tersebut tidak sesuai fakta. “Tidak benar. Tak benar ada yang datang. Waspadai narasi-narasi bernada provokasi. Itu hoaks,” ujarnya.
Ia juga menolak penggunaan istilah “menyerbu” Polda Metro Jaya. Menurut Nas, istilah tersebut terlalu provokatif dan tidak menggambarkan kondisi sebenarnya. “Terlalu provokatif menggunakan bahasa menyerbu dan itu tak benar adanya,” kata Nas.
Isu pengerahan prajurit TNI ke Polda Metro Jaya muncul di tengah sorotan publik terhadap pengamanan rumah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah. Sebelumnya, rumah Febrie di kawasan Kramat Pela, Jakarta Selatan, dijaga personel TNI pada Rabu (8/7/2026) malam.
TNI menyatakan pengamanan rumah Febrie dilakukan atas permintaan institusi Kejaksaan. Pengamanan itu disebut mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2025 tentang pelindungan negara terhadap jaksa. Nas menegaskan pengamanan rumah Febrie tidak berkaitan dengan penggeledahan yang dilakukan Polri di sejumlah lokasi. Menurut dia, penggeledahan tersebut merupakan proses hukum berbeda dan menjadi kewenangan Polri.
Pada hari yang sama, tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Polri dan Polda Metro Jaya menggeledah 12 lokasi terkait dugaan korupsi, suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang. Perkara yang diusut berkaitan dengan PT PLN, PT Asabri, dan Krakatau Steel. Dua lokasi yang telah selesai digeledah adalah Kafe de’Clan Signature di Cipete, Jakarta Selatan, dan Koin Money Changer di Cipete Selatan, Jakarta Selatan.
Dalam daftar lokasi penggeledahan yang diumumkan polisi, rumah Febrie Adriansyah tidak termasuk sebagai lokasi yang digeledah. Polri juga belum menyebut Febrie sebagai pihak yang diperiksa, disidik, atau dikaitkan langsung dengan perkara tersebut.
Hingga Kamis siang, belum ada keterangan resmi dari Polda Metro Jaya terkait video yang memunculkan narasi adanya prajurit TNI di lingkungan Polda Metro Jaya. Dengan bantahan tersebut, TNI menyatakan tidak ada pengerahan prajurit ke Polda Metro Jaya dan meminta publik tidak menyebarkan narasi yang belum terkonfirmasi. (RHU)