Penulis: Administrator · Reporter: Fadhlan Robbani
AFU.ID - Kementerian Perindustrian tengah mengkaji secara intensif langkah diversifikasi bahan baku industri plastik nasional menyusul semakin sulitnya mendapatkan pasokan nafta di pasar global. Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengungkapkan, pemerintah kini melirik potensi Crude Palm Oil (CPO) dan gas sebagai substitusi utama untuk mengurangi ketergantungan pada nafta fosil.
Faisol menjelaskan bahwa ketersediaan bahan baku saat ini menjadi isu krusial yang lebih mendesak dibandingkan persoalan harga. Sebagai solusi jangka panjang, kekayaan sumber daya CPO dalam negeri dinilai bisa menjadi peluang besar untuk menyelamatkan industri plastik tanah air.
"Perlu memang diversifikasi mengganti nafta, baik dari gas maupun dari nabati. Mudah-mudahan ini bisa menjadi peluang buat CPO misalnya. Memberikan CPO yang kita punya banyak sekali di dalam negeri bisa menjadi bahan pengganti nafta, tapi ini masih dalam proses kajian semua," ujar Faisol Riza di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 8 April 2026.
Selain potensi nabati, Faisol menyebut pemerintah mulai memetakan sumber nafta baru dari kawasan Afrika, China, hingga Amerika untuk menjaga ketahanan stok.
"Nafta ada beberapa pilihan sekarang; ada dari Afrika, China, Amerika, dan beberapa tempat lain. Jadi memang tidak mudah nyarinya sekarang. Ini soal ketersediaan, bukan soal harga," imbuhnya. (fad/asw)