JAKARTA, AFU.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia meresmikan Mini LNG Plant milik PT Sumber Aneka Gas di Tuban, Jawa Timur, Kamis. Fasilitas pengolahan gas yang mulai dibangun sejak 2015 tersebut kini memasuki tahap commissioning dan mulai beroperasi untuk mengolah gas bumi menjadi liquefied natural gas atau LNG, menandai selesainya proses pembangunan yang memakan waktu lebih dari satu dekade.
Pabrik ini mengolah gas dari Lapangan Sumber yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java. Pasokan gas untuk fasilitas tersebut direncanakan mencapai 15 juta standar kaki kubik per hari atau MMSCFD hingga tahun 2035, sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap pemanfaatan sumber daya gas domestik dalam jangka panjang.
Dalam sambutannya, Bahlil menegaskan bahwa keberadaan fasilitas ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dan pelaku usaha dalam mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. Ia menilai proyek ini sebagai bentuk nyata kontribusi sektor swasta dalam mendukung ketahanan energi dalam negeri.
“Saya melihat ini ada sebuah karya nyata dari sebuah perusahaan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri kita,” kata Bahlil saat peresmian di Tuban.
Selain memproduksi LNG, Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas juga dirancang sebagai fasilitas multifungsi yang mampu menghasilkan berbagai produk turunan gas lainnya. Produk tersebut meliputi compressed natural gas atau CNG, liquefied petroleum gas atau LPG, kondensat, serta karbon dioksida cair, sehingga meningkatkan nilai tambah dari pengolahan gas yang dilakukan.
Secara kapasitas, pabrik ini mampu memproduksi LNG sekitar 55.300 ton per tahun. Selain itu, fasilitas tersebut juga memiliki kapasitas produksi LPG sekitar 9.800 ton per tahun, kondensat sebesar 19.600 barel per tahun, serta CO2 cair hingga 21.000 ton per tahun, yang menunjukkan skala produksi yang cukup signifikan untuk ukuran fasilitas mini LNG.
Tidak hanya itu, pabrik ini juga mampu memproduksi CNG hingga 6 juta standar kaki kubik gas per hari. Untuk mendukung operasionalnya, PT Sumber Aneka Gas telah menyiapkan tangki penyimpanan LNG berkapasitas 1.600 meter kubik dengan sistem cryogenic storage, yang memungkinkan penyimpanan gas dalam kondisi suhu sangat rendah agar tetap dalam bentuk cair.
Distribusi produk LNG dari fasilitas ini dirancang menggunakan jalur darat, sehingga dapat menjangkau konsumen yang belum terhubung dengan jaringan pipa gas. Skema distribusi ini diharapkan dapat memperluas akses energi bersih ke berbagai wilayah, khususnya sektor industri dan pengguna energi di daerah yang belum memiliki infrastruktur gas terpadu. (RHU)