Penulis: Putri Nadhila · Reporter: Putri Nadhila
JAKARTA, AFU.ID — Efek domino meledaknya perang di Timur Tengah akhirnya menghantam langsung dompet pengendara nasional usai bahan bakar diesel yang sempat lenyap berbulan-bulan kini kembali dengan harga mencekik leher.
"Terima kasih sudah setia menanti," tulis Manajemen Shell Indonesia menyapa pelanggannya di Jakarta, Minggu (11/5/2026).
Secara analitis, eskalasi konflik antara poros AS-Israel melawan Iran sukses mengerek takar harga Shell V-Power Diesel secara gila-gilaan dari semula Rp14.620 pada Maret menjadi Rp30.890 per liter.
"Tersedia kembali secara bertahap," lanjut pengumuman resmi tersebut di Instagram @shell_indonesia.
Kemunculan kembali varian solar ini dipastikan hanya menyasar kawasan aglomerasi Jabodetabek hingga Bandung, sementara produk esensial lain seperti Shell Super dan V-Power Nitro+ masih berstatus gaib sejak awal 2026.
"Penyesuaian harga bahan bakar minyak," ungkap rilis resmi PT Pertamina (Persero) yang turut melakukan manuver serupa per 4 Mei.
Paralel dengan lonjakan tersebut, kalkulasi tarif BBM nonsubsidi pelat merah juga terkoreksi tajam di mana harga Dexlite melonjak menjadi Rp26.000 dan Pertamina Dex menembus Rp27.900 per liter.
"Mengalami peningkatan," tulis laman resmi perusahaan menyoroti lonjakan harga diesel.
Tak hanya sektor diesel, turbulensi harga juga menjalar pada varian bensin kelas atas, memaksa tarif Pertamax Turbo di wilayah Jabodetabek merangkak naik ke angka Rp19.900 per liter.
"Tidak mengalami perubahan harga," pungkas Pertamina mengamankan lini Pertalite di level Rp10.000 dan Biosolar Rp6.800 demi menjaga daya beli. (ANT/NAD).