JAKARTA, AFU.ID — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan pemerintah tetap mengamankan alternatif sumber energi di tengah perundingan Amerika Serikat dan Iran. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi di Timur Tengah.
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia mengatakan hubungan AS dan Iran masih dinamis meski perundingan di Swiss memberi sinyal positif bagi stabilitas harga minyak dunia.
“Optimistis harus, namun langkah antisipatif juga harus dilakukan,” kata Anggia saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Anggia mengatakan harga bahan bakar minyak nonsubsidi mengikuti pergerakan harga minyak dunia. Ketentuan tersebut diatur dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang formula harga dasar BBM umum.
Menurut dia, harga BBM nonsubsidi dapat naik atau turun mengikuti perubahan harga minyak dunia. Perhitungan harga menggunakan rata-rata harga pasar selama satu bulan terakhir.
“Kalau terjadi fluktuasi, baik itu naik atau turun, harga BBM nonsubsidi tentu juga akan menyesuaikan,” ujarnya.
Pernyataan ESDM disampaikan setelah Iran dan AS melanjutkan pembicaraan teknis di resor Burgenstock, Swiss, Minggu (21/6/2026). Perundingan tersebut dimediasi Pakistan dan Qatar.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeli Baghaei menyatakan perundingan tidak terganggu oleh ancaman Presiden AS Donald Trump terhadap Iran. Namun, sejumlah media melaporkan delegasi Iran sempat meninggalkan ruang perundingan setelah pernyataan Trump dan menunggu permintaan maaf sebelum kembali melanjutkan pembicaraan.
Kementerian ESDM belum memerinci alternatif sumber energi maupun langkah pengamanan pasokan yang sedang disiapkan pemerintah. (RHU)