JAKARTA, AFU.ID — Bermain di hadapan publik sendiri, Timnas Meksiko tampil dominan dan tanpa ampun menyingkirkan Ekuador dengan kemenangan 2-0 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, Rabu (1/7/2026). Hasil ini memastikan El Tri melangkah ke babak 16 besar dengan cara meyakinkan.
Meksiko langsung mengambil inisiatif menyerang dan terus menekan pertahanan Ekuador. Sejumlah peluang berhasil diciptakan sebelum kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-22 melalui Julian Quinones yang memaksimalkan umpan Roberto Alvarado.
Gol tersebut membuat Meksiko semakin percaya diri menguasai permainan. Keunggulan kemudian bertambah pada menit ke-31 ketika Raul Jimenez menuntaskan umpan matang dari Quinones untuk membawa tuan rumah unggul 2-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Ekuador mencoba bangkit dengan meningkatkan intensitas serangan. Namun, rapatnya lini belakang Meksiko membuat setiap upaya lawan gagal membuahkan hasil. Sepanjang laga, Meksiko tampil lebih efektif dengan mencatatkan 15 percobaan, sementara Ekuador hanya mampu melepaskan tujuh peluang.
Ketatnya tekanan El Tri juga memaksa Ekuador beberapa kali melakukan pelanggaran untuk menghentikan serangan lawan. Pertandingan berlangsung keras dengan total 17 pelanggaran. Wasit mengeluarkan dua kartu kuning untuk pemain Ekuador sebelum akhirnya menghadiahi Paul Hincapie kartu merah langsung pada masa injury time, tepatnya menit ke-90+5.
Skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang berbunyi dan memastikan Meksiko melaju ke babak 16 besar. Selanjutnya, El Tri akan menghadapi pemenang pertandingan Inggris melawan Republik Demokratik Kongo, sementara perjalanan Ekuador di Piala Dunia 2026 harus berakhir di fase 32 besar.
Usai memastikan kemenangan, pelatih Timnas Meksiko, Javier Aguirre Onaindi,a menilai performa anak asuhnya tampil sangat disiplin dan terorganisir sepanjang laga. Ia menyebut kerja kolektif para pemain menjadi kunci utama. Menurut Aguirre, Julian Quinones dan rekan-rekannya mampu menjaga intensitas permainan dengan konsistensi tinggi sejak awal pertandingan. “Pemain menunjukkan semangat pantang menyerah untuk menang,” ujar Aguirre usai pertandingan, dikutip dari laman FIFA.
Pelatih berusia 67 tahun itu juga menekankan kemenangan tersebut lahir dari eksekusi strategi yang hampir sempurna. Ia mengapresiasi kemampuan tim dalam menghadapi tekanan Ekuador yang beberapa kali mencoba membalikkan keadaan. Aguirre menambahkan, Ekuador merupakan lawan yang cukup menyulitkan sehingga Meksiko dituntut bermain disiplin selama 90 menit penuh. Terakhir, ia menyebut dukungan publik di Stadion Azteca turut memberi dorongan tambahan bagi timnya untuk tampil lebih agresif dan konsisten hingga akhir laga. (RAI)