Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Optimalisasi Aset Daerah Jakarta Ciptakan Kawasan Produktif Berbasis TOD
Bagikan:
Penulis: Adriyan Adirizky Rahmat · Reporter: Adriyan Adirizky R
Ringkasan Berita
Optimalisasi aset daerah di DKI Jakarta bertujuan untuk menciptakan kawasan produktif yang terintegrasi dengan transportasi publik melalui konsep Transit Oriented Development (TOD). Wakil Gubernur Rano Karno menekankan pentingnya kolaborasi antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan sektor perbankan dalam mempercepat pemanfaatan aset, seperti proyek Pulomas Tower, yang diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Pendekatan ini tidak hanya berpotensi memperkuat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan menciptakan nilai tambah bagi kota.
Wagub DKI Jakarta, Rano Karno. (Foto: Pemprov DKI Jakarta)
JAKARTA, AFU.ID — Aset Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta menjadi instrumen penguatan ekonomi melalui optimalisasi pemanfaatan lahan strategis yang terintegrasi dengan transportasi publik. Aset daerah tak hanya lagi berposisi sebagai kekayaan, melainkan motor pengembangan kawasan produktif yang mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik. Skema pembiayaan kolaboratif itu menjadi salah satu pendekatan untuk mempercepat pemanfaatan aset tanpa membebani anggaran daerah secara penuh.
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno menyatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan kawasan produktif yang terintegrasi dengan Stasiun LRT Equestrian. Yang mana, proyek itu juga mendukung implementasi konsep Transit Oriented Development (TOD) di Jakarta. Ia menyampaikannya dalam acara penandatanganan fasilitas pembiayaan proyek Pulomas Tower antara PT Pulo Mas Jaya dan PT Bank Mega Syariah di Jakarta International Equestrian Park Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (31/7/2026).
Rano Karno menilai, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mempunyai peran lebih luas dari hanya sekadar mengejar kinerja bisnis. Baginya, pemanfaatan aset secara optimal harus mampu menciptakan nilai tambah bagi kota dan memperkuat pertumbuhan ekonomi. Oleh karenanya, Ia meyakini lokasi Pulomas Tower yang terhubung dengan jaringan transportasi publik mempunyai potensi besar untuk mendukung mobilitas masyarakat.
“Saya menyambut baik penandatanganan fasilitas pembiayaan ini sebagai wujud sinergi antara BUMD dan sektor perbankan. Terutama, dalam rangka mendukung pengembangan aset daerah agar semakin produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat Jakarta,” ungkap Wagub Rano.
Aset Daerah Jakarta Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi
Lebih lanjut, Rano Karno mengharapkan kawasan Pulomas Tower berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi yang memperkuat kawasan berbasis TOD. Aset daerah Jakarta juga mengarah sebagai pengungkit investasi melalui kolaborasi pemerintah, BUMD, dan sektor perbankan. Ia memandang, pendekatan itu dapat mempercepat pembangunan proyek strategis dengan pembiayaan yang lebih berkelanjutan.
Wagub Rano lantas menekankan pentingnya memperluas skema kolaborasi pembiayaan agar pembangunan Jakarta tak hanya bertumpu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia juga meminta seluruh proses pembangunan berjalan dengan tata kelola yang profesional, transparan, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. “Saya mengapresiasi PT Pulo Mas Jaya, PT Bank Mega Syariah, dan seluruh pihak yang telah mewujudkan kerja sama ini. Semoga proses pembangunan berjalan lancar dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi Jakarta,” tuturnya.
Optimalisasi aset daerah Jakarta melalui proyek berbasis TOD menunjukkan perubahan pendekatan pembangunan perkotaan yang lebih berorientasi pada produktivitas aset. Jika pengelolaannya konsisten, kolaborasi lintas sektor itu berpotensi memperkuat daya saing ibu kota. Bahkan, dapat menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru tanpa meningkatkan tekanan terhadap ketahanan fiskal daerah. (ADR)