CIANJUR, AFU.ID -- Perjalanan Kereta Api Siliwangi rute Cipatat-Cianjur-Sukabumi dihentikan sementara setelah gempa magnitudo 5.3 mengguncang Cianjur, Jawa Barat. Penghentian sementara ini guna memastikan seluruh infrastruktur perkeretaapian berada dalam kondisi aman.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo mengatakan langkah penghentian sementara perjalanan kereta api bagian dari standar operasional keselamatan yang wajib dilakukan setiap kali terjadi kondisi yang berpotensi mempengaruhi keamanan perjalanan kereta api.
Dimana pihaknya mendapat informasi gempa bumi berkekuatan magnitudo 5.3 yang berpusat di 79 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada kedalaman 18 kilometer pada Rabu, 5 Agustus 2026, pukul 21:55 WIB.
Getaran gempa dirasakan di hampir seluruh wilayah operasional KAI Daop 2 Bandung, khususnya pada lintas dari Stasiun Nagreg hingga Stasiun Banjar, lintas Stasiun Cibatu hingga Stasiun Garut, serta lintas Stasiun Cipatat hingga Stasiun Gandasoli
Sesaat setelah menerima informasi terjadinya gempa, Pusat Pengendali Operasi Kereta Api (Pusdalopka) Daop 2 Bandung segera menerapkan prosedur keselamatan dengan memerintahkan seluruh perjalanan kereta api di untuk berhenti sementara.
Dimana kereta api dihentikan di stasiun terdekat maupun di petak jalan, sambil menunggu hasil pemeriksaan kondisi prasarana oleh jajaran petugas prasarana karena keselamatan merupakan prioritas utama KAI.
Pihaknya menerapkan prosedur keselamatan dengan menghentikan sementara perjalanan kereta api dan mengerahkan petugas prasarana untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jalur rel, jembatan, terowongan, wesel, serta infrastruktur pendukung lainnya.
Pemeriksaan dilakukan petugas prasarana untuk memastikan seluruh infrastruktur perkeretaapian berada dalam kondisi aman sebelum perjalanan kereta api kembali dilanjutkan.
Kuswardojo memahami adanya potensi keterlambatan yang dialami pelanggan akibat penghentian sementara perjalanan kereta api. 'Langkah ini harus kami lakukan demi memastikan seluruh perjalanan berlangsung dengan selamat, aman, dan nyaman," kata Kuswardojo saat dihubungi Rabu (5/8/2026).
Pihaknya memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengucapkan terima kasih atas pengertian dari seluruh pelanggan, dimana hingga Rabu pukul 22:25 WIB, pemeriksaan prasarana masih berlangsung di sejumlah lintas yang terdampak getaran gempa.
KAI Daop 2 Bandung akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan memberikan pembaruan informasi secara berkala kepada masyarakat serta pelanggan melalui kanal informasi resmi KAI.
Kuswardojo mengimbau seluruh pelanggan untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh KAI 'Setiap keputusan operasional selalu mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama penyelenggaraan perjalanan kereta api," katanya. (ANT/FAH)