Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Gempa berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Venezuela pada Rabu (26/6/2026) sore waktu setempat. Guncangan kuat tersebut memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah pesisir Karibia.
Berdasarkan data Lembaga Geologi Amerika Serikat (USGS), episentrum gempa berada di barat pesisir Moron, Venezuela. Gempa terjadi pada kedalaman sekitar 10 kilometer sehingga getarannya terasa kuat di berbagai wilayah.
Ibu kota Caracas menjadi salah satu daerah yang merasakan dampak guncangan cukup signifikan. Warga bergegas meninggalkan rumah, perkantoran, dan gedung bertingkat untuk mencari lokasi yang lebih aman.
Otoritas pertahanan sipil Venezuela segera mengerahkan tim ke sejumlah wilayah terdampak. Fokus utama saat ini adalah memeriksa kondisi infrastruktur serta memastikan tidak ada warga yang terjebak akibat kerusakan bangunan.
Hingga laporan awal diterima, belum ditemukan korban jiwa akibat gempa tersebut. Meski demikian, pemerintah masih melakukan pemantauan intensif karena beberapa wilayah berada dekat dengan pusat gempa.
Di tengah proses pemantauan dampak gempa, otoritas internasional turut meningkatkan status kewaspadaan di kawasan pesisir Karibia. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik mengeluarkan peringatan dini dan meminta masyarakat mengikuti arahan resmi dari pemerintah setempat.
Wilayah pesisir Venezuela menjadi area pertama yang diminta meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diimbau menjauhi pantai dan mengikuti arahan otoritas setempat hingga situasi dinyatakan aman.
Peringatan tsunami ini meluas ke Aruba, Bonaire, dan Curacao yang berada di kawasan Karibia. Ketiga pulau tersebut masuk dalam wilayah yang dipantau karena berpotensi terdampak perubahan permukaan laut akibat gempa. Tak hanya itu, Puerto Rico dan Kepulauan Virgin juga turut berada dalam status pemantauan. Otoritas setempat terus mengawasi aktivitas laut dan indikator gelombang untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya tsunami. (ANT/RAI)