Penulis: Fadhlan Robbani · Reporter: Fadhlan Robbani
JAKARTA, AFU.ID - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi membeberkan kronologi lengkap kecelakaan maut antara Kereta Rel Listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur yang menewaskan 15 orang.
Dudy mengungkapkan bahwa kecelakaan fatal tersebut bermula dari sebuah taksi yang mogok di perlintasan sebidang, yaitu taksi Green SM pada pukul 20.48 WIB. Taksi ini kemudian ditabrak oleh KRL 5181B relasi Cikarang-Jakarta yang sedang melintas kemudian.
Insiden itu langsung memicu kerumunan warga di sekitar lokasi kejadian karena banyak orang berhenti untuk melihat situasi.
"Timbul kerumunan di mana warga melihat lokasi kecelakaan tersebut atau temperan tersebut," katanya.
Pada saat yang hampir bersamaan di jalur berlawanan, berangkatlah KRL 5568A dari Stasiun Bekasi menuju Stasiun Bekasi Timur., dan sampai tujuan pukul 20.49 WIB.
Pada pukul 20.51 WIB, melintaslah KA Argo Bromo Anggrek di track yang ditempati KRL tersebut. Argobromo saat itu melaju dengan kecepatan mencapai 108 kilometer per jam. Dalam kecepatan tersebut, KA Argo Bromo Anggrek langsung menabrak KRL 5568A.
Kecelakaan ini dimungkinkan karena kegagalan sinyal kereta api. Merespons paparan tersebut, Komisi V DPR RI memberikan peringatan keras kepada PT KAI agar mengevaluasi total sistem keselamatan dan memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.
Selain itu, Komisi V DPR meminta Kemenhub untuk mempercepat pembangunan jalur dwi ganda (Double-Double Track/DDT). (FAD)