AFU.id

Beredar Kabar Aksi Balasan, 200 Personel Gabungan Disiagakan di Masjid Jami Matraman Menteng

Bagikan:

Penulis: Raihan Immaduddin

Ringkasan Berita

Ratusan personel gabungan TNI dan Polri telah disiagakan di sekitar Masjid Jami Matraman, Jakarta Pusat, untuk mengantisipasi potensi bentrokan susulan setelah kericuhan yang mengakibatkan satu orang tewas dan seorang lainnya luka kritis pada tanggal 26 Juli 2026. Situasi di lokasi telah berangsur kondusif, meskipun aktivitas masyarakat dan perdagangan mengalami penurunan karena kekhawatiran akan aksi balasan. Pengamanan melibatkan sekitar 200 personel dan berbagai perlengkapan pengendalian massa, setelah polisi mengamankan delapan orang yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

Beredar Kabar Aksi Balasan, 200 Personel Gabungan Disiagakan di Masjid Jami Matraman Menteng
Ratusan personel gabungan TNI dan Polri telah disiagakan di sekitar Masjid Jami Matraman, Jakarta Pusat, untuk mengantisipasi potensi bentrokan susulan setelah kericuhan yang mengakibatkan satu orang tewas. (Foto: AFU.ID)

Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri mengatakan, pengamanan melibatkan sekitar 200 personel gabungan. Personel tersebut terdiri atas anggota TNI, Brimob Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, hingga Polsek Menteng yang ditempatkan di sekitar lokasi bentrokan. Selain menempatkan personel di lapangan, aparat juga menyiagakan berbagai perlengkapan pengendalian massa. Petugas terlihat membawa senjata laras panjang, tameng, gas air mata, dan kendaraan taktis roda dua untuk mendukung pengamanan apabila situasi berubah. 

Bentrokan yang terjadi pada Minggu, 27 Juli 2026, bermula ketika sekelompok orang menggeber sepeda motor di sekitar Masjid Jami Matraman. Teguran dari warga memicu cekcok yang berkembang menjadi bentrokan setelah kelompok tersebut memanggil rekan-rekannya dari kawasan lahan kosong di Jalan Matraman Raya. Kericuhan itu mengakibatkan dua orang mengalami luka berat, dengan satu korban akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Polisi berhasil mengendalikan situasi setelah mengamankan delapan orang yang diduga terkait bentrokan tersebut. Enam orang berasal dari kelompok yang terlibat dalam kericuhan, sedangkan dua lainnya berasal dari kelompok lawan. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menyebut, dua korban sempat dievakuasi dalam kondisi kritis, namun salah satunya tidak dapat diselamatkan. "Dari dua orang yang diamankan dari TKP dalam kondisi kritis saat dibawa, ketika di rumah sakit, satu orang meninggal," tutup Roby. (RAI)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi