JAKARTA, AFU.ID — Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra angkat suara soal ancaman reformasi jilid II yang mulai digaungkan kalangan mahasiswa. Herindra mengingatkan semua pihak untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah situasi yang memanas.
"Yang penting kita semua harus menjaga ya, persatuan kesatuan. Jangan sampai ada hal yang tidak menguntungkan bagi kita semua ya," kata Herindra usai rapat di Komisi I DPR, Kamis (11/6/2026).
Diketahui, ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia dan sejumlah kampus lain menggelar aksi demonstrasi besar di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026). Aksi bertajuk "Aksi Menuju Indonesia Bangkrut" itu diperkirakan melibatkan sekitar 1.500 peserta dari berbagai fakultas UI, ditambah mahasiswa dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta dan Institut Pertanian Bogor.
Aksi hari ini membawa lima tuntutan utama yang merupakan hasil konsolidasi BEM seluruh fakultas di UI. Kelima tuntutan tersebut mencakup penghentian pemborosan APBN, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, evaluasi dan penghentian program MBG yang dinilai bermasalah, penolakan militerisme di ruang sipil, serta desakan agar pemerintah lebih terbuka terhadap kritik masyarakat.
Ancaman reformasi jilid II sebelumnya juga disuarakan BEM Seluruh Indonesia dalam aksi di depan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Jumat (5/6/2026). BEM SI memberikan ultimatum 18 hari kepada pemerintah untuk memperbaiki nilai tukar rupiah yang melemah. Angka 18 hari dipilih sebagai simbol yang dikaitkan dengan pelemahan rupiah yang sempat menyentuh level Rp18.000 per dolar AS.
Lebih lanjut, untuk mengamankan jalannya aksi, Polda Metro Jaya menyiagakan 4.151 personel gabungan Polri dan TNI. Ditlantas Polda Metro Jaya juga menyiapkan skema rekayasa lalu lintas situasional di sekitar kawasan Bundaran HI.
"Apabila terjadi kepadatan atau ada kebutuhan pengalihan arus di sekitar lokasi aksi, petugas akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan tetap memprioritaskan keselamatan peserta aksi dan masyarakat pengguna jalan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Budi Hermanto dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6/2026).
Kepadatan lalu lintas diperkirakan meluas ke sejumlah ruas jalan utama di pusat ibu kota, terutama sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, dan Jalan Kebon Sirih. Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya mengimbau pengendara dari arah selatan untuk memanfaatkan jalur alternatif melalui Jalan Gatot Subroto, HR Rasuna Said, atau Jalan KH Mas Mansyur menuju Tanah Abang. Pengendara dari arah utara dapat dialihkan melalui Jalan Medan Merdeka Timur atau Jalan Perwira.
"Diperkirakan akan terjadi kepadatan di ruas jalan sekitar Jalan Sudirman-Thamrin. Bagi para pengendara, diimbau untuk menghindari ruas jalan di sekitar kawasan ini atau mencari rute alternatif," tulis TMC Polda Metro Jaya dalam akun resminya, Jumat (12/6/2026). (NAD)