Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA AFU.ID — Pemerintah Singapura perketat penegakan hukum terhadap aktivitas perjudian ilegal selama gelaran Piala Dunia FIFA 2026. Ini dilakukan untuk menekan praktik taruhan ilegal sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terkait risiko kecanduan judi.
Kementerian Dalam Negeri Singapura menyatakan penguatan penindakan akan diberlakukan mulai 11 Juni hingga 19 Juli, bertepatan dengan berlangsungnya turnamen sepak bola dunia tersebut. Momen ini biasanya diikuti peningkatan aktivitas taruhan di berbagai negara.
Kementerian itu mengatakan perjudian ilegal menimbulkan masalah hukum dan ketertiban karena tidak memiliki perlindungan seperti pada operator resmi, sehingga membuat individu dan keluarga lebih rentan terhadap kerugian finansial maupun dampak sosial. Berdasarkan aturan yang berlaku, seluruh bentuk perjudian di Singapura dilarang kecuali yang telah memperoleh izin, lisensi, atau pengecualian resmi. Saat ini, Singapore Pools menjadi satu-satunya operator berlisensi untuk layanan lotre, taruhan olahraga, dan perjudian daring.
Selain itu, Kepolisian Singapura juga akan meningkatkan operasi terhadap sindikat perjudian ilegal serta pihak-pihak yang terlibat dalam mendukung aktivitas tersebut. Penindakan dilakukan untuk memastikan jaringan ilegal tidak berkembang selama periode turnamen. Otoritas setempat juga akan membatasi akses terhadap platform dan iklan perjudian daring ilegal yang beredar di ruang digital. Upaya ini mencakup pemblokiran berbagai kanal promosi yang digunakan untuk menarik pengguna.
Tidak hanya itu, pemerintah Singapura juga akan menonaktifkan nomor telepon lokal yang digunakan untuk promosi layanan perjudian ilegal. Langkah tambahan lainnya adalah pemblokiran rekening bank dan transaksi kartu kredit yang terindikasi terkait aktivitas tersebut.
Singapura menegaskan seluruh langkah ini diambil untuk menjaga ketertiban hukum serta melindungi masyarakat dari dampak negatif perjudian ilegal. Pemerintah berharap pengawasan ketat ini dapat mencegah lonjakan aktivitas taruhan selama ajang olahraga dunia berlangsung. (ANT/RAI)