JAKARTA, AFU.ID — Sebanyak 1.254 warga Palestina dilaporkan tewas di Jalur Gaza sejak gencatan senjata mulai berlaku pada Oktober tahun lalu. Dalam periode yang sama, sedikitnya 4.121 orang mengalami luka-luka. Angka itu menunjukkan korban masih terus berjatuhan meski kesepakatan penghentian pertempuran telah berjalan hampir sepuluh bulan.
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan jumlah keseluruhan korban tewas sejak perang pecah telah mencapai 73.381 orang. Sementara itu, jumlah warga yang terluka tercatat sebanyak 174.231 orang. Data tersebut dihimpun dari laporan rumah sakit dan fasilitas kesehatan di wilayah Gaza.
“Sejumlah korban masih berada di bawah reruntuhan dan di jalanan karena ambulans serta tim penyelamat belum dapat menjangkau mereka,” demikian laporan sumber medis, Rabu (05/08/2026). Kondisi keamanan dan kerusakan infrastruktur membuat proses evakuasi tidak dapat dilakukan di seluruh wilayah. Karena itu, jumlah korban sebenarnya berpotensi lebih besar daripada angka yang telah tercatat.
Dalam laporan terbaru, rumah sakit di Gaza menerima empat jenazah dan menangani satu korban luka dalam 24 jam. Dua orang meninggal setelah sebelumnya mengalami luka, sedangkan dua jenazah lain ditemukan dari bawah reruntuhan bangunan. Otoritas kesehatan tidak memerinci lokasi maupun identitas para korban tersebut.
Sebanyak 804 jenazah juga telah berhasil dievakuasi dari reruntuhan sejak gencatan senjata diberlakukan. Proses pencarian masih berlangsung di sejumlah kawasan yang sebelumnya mengalami serangan dan penghancuran bangunan. Tim penyelamat menghadapi kesulitan karena alat berat, ambulans, dan jalur menuju lokasi korban terbatas.
Gencatan senjata sebelumnya membuat penyaluran makanan, bahan bakar, dan perlengkapan medis sempat meningkat. Namun, Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat pasukan Israel masih berada di lebih dari separuh wilayah Gaza dan akses menuju sejumlah fasilitas kemanusiaan tetap terbatas. Penghancuran bangunan dan serangan juga masih dilaporkan setelah kesepakatan berlaku.
Angka korban setelah gencatan senjata meningkat dalam beberapa hari terakhir. Pada awal Agustus, jumlah korban tewas dalam periode tersebut masih tercatat 1.222 orang dengan 4.053 korban luka. Laporan terbaru menunjukkan sedikitnya 32 kematian dan 68 korban luka kembali tercatat setelah pembaruan tersebut.
Afu.id sebelumnya memberitakan serangan udara Israel yang menewaskan warga sipil di sejumlah wilayah Gaza serta berlanjutnya operasi militer setelah gencatan senjata. Data terbaru memperlihatkan penghentian pertempuran belum sepenuhnya mengakhiri ancaman terhadap warga. Korban yang belum ditemukan di bawah reruntuhan juga membuat jumlah kematian masih dapat bertambah. (RHU)