Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Pemerintah Venezuela menetapkan status darurat nasional setelah dua gempa kuat mengguncang negara itu dan memicu kerusakan di sejumlah wilayah. Keputusan tersebut diumumkan Pelaksana Tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, menyusul dampak yang terus meluas pascagempa.
Berdasarkan data Lembaga Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 terjadi pada Rabu (25/6/2026). Pusat gempa berada di sekitar wilayah Moron dan San Felipe. Gempa terjadi pada kedalaman sekitar 10 kilometer sehingga getarannya terasa kuat di berbagai wilayah.
Rodriguez mengatakan status darurat nasional diberlakukan sesuai ketentuan konstitusi Venezuela. Langkah tersebut diambil untuk mempercepat respons penanganan bencana dan pemulihan wilayah terdampak. "Sejumlah wilayah dilaporkan terdampak sangat parah. Di ibu kota Caracas, gedung-gedung runtuh di berbagai area. Negara bagian Miranda dan La Guaira juga mengalami kerusakan parah, termasuk juga wilayah Aragua, Carabobo, dan Falcon," jelas Rodriguez, Rabu (24/6).
Salah satu fasilitas yang terdampak serius adalah Bandara Internasional Maiquetia. Bandara utama Venezuela itu terpaksa ditutup total setelah mengalami kerusakan akibat guncangan gempa. Situasi darurat juga diperparah oleh rentetan gempa susulan yang terus terjadi. Hingga Rabu malam waktu setempat, sedikitnya 20 gempa susulan tercatat mengguncang wilayah Venezuela.
Di tengah upaya penanganan bencana, pemerintah Venezuela mulai menerima dukungan dari berbagai negara. Rodriguez menyebut sejumlah pemerintah asing langsung menghubungi Caracas untuk menyampaikan solidaritas dan menawarkan bantuan. Amerika Serikat, Brasil, Meksiko, Kolombia, Turki, Qatar, Panama, Kuba, Nikaragua, Yordania, Barbados, dan Inggris termasuk negara yang menyatakan kesiapan membantu. Dukungan juga datang dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dah sejumlah lembaga keuangan internasional yang menawarkan bantuan penanganan pascabencana. (ANT/RAI)