JAKARTA, AFU.ID – Kabar penemuan Nadira Az-Zahra, mahasiswi Telkom University yang dilaporkan hilang usai berangkat kuliah, berujung simpang siur. Kepolisian sempat menyebut Nadira berada di Majalaya, Kabupaten Bandung, tetapi keluarga membantah informasi tersebut dan menyatakan pencarian masih berlangsung hingga Minggu (5/7/2026).
Kapolsek Rancasari Kompol Herman Junaidi sebelumnya mengatakan Nadira ditemukan di wilayah Majalaya. Ia menyebut informasi yang diterima polisi mengarah pada keberadaan Nadira di rumah bibinya dan mengaitkan kepergian mahasiswi itu dengan persoalan keluarga.
Namun, paman Nadira, Budhi Purwana, menyatakan keluarga belum menemukan keponakannya. Ia menyebut kabar bahwa Nadira berada di rumah kerabat di Majalaya merupakan informasi yang keliru dan sempat membuat keluarga melakukan penelusuran ke lokasi tersebut. “Sampai saat ini Nadira belum ditemukan,” kata Budhi. Ia menegaskan informasi soal Nadira berada di rumah tantenya di Majalaya merupakan missed information.
Nadira merupakan mahasiswi Fakultas Ilmu Terapan Program Studi Sistem Informasi Kota Cerdas angkatan 2025. Ia terakhir terlihat meninggalkan rumahnya di Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, pada Selasa sekitar pukul 10.00 WIB dengan tujuan kampus Telkom University di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.
Komunikasi keluarga dengan Nadira kemudian terputus. Ponselnya dilaporkan tidak aktif sejak sekitar pukul 12.30 WIB pada hari keberangkatannya. Keluarga juga menyebut akun media sosial Nadira menghilang, sementara upaya pelacakan melalui nomor telepon dan jejak transaksi masih dilakukan oleh kepolisian.
Budhi mengatakan pencarian melibatkan kepolisian, keluarga, serta rekan-rekan Nadira di kampus. Keluarga meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena sejumlah kabar soal keberadaan Nadira dinilai tidak akurat dan berpotensi menghambat pencarian.
Saat meninggalkan rumah, Nadira mengenakan kemeja putih lengan panjang, celana jeans hitam, dan kerudung krem. Ia membawa ransel kuliah berwarna krem yang berisi laptop, tablet, serta telepon seluler. Keluarga meminta warga yang memiliki informasi valid untuk segera melapor kepada pihak keluarga atau kepolisian setempat. (RHU)